*Kontroversi Lahan Bengkok & Kawasan Pangan di Jepara Dialihfungsikan Jadi Gardu Induk PLN, Warga Tolak Keras*

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – kompas1.id
Diduga Sebuah proyek pembangunan Gardu Induk (GI) milik PT PLN di wilayah Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, kini menjadi sorotan tajam dan memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Pasalnya, lahan yang kini berdiri bangunan bertegangan tinggi tersebut diduga kuat merupakan tanah bengkok milik desa yang secara status lahan masuk dalam kategori kawasan tanaman pangan.

Fakta ini membuat warga setempat bertanya-tanya, bagaimana bisa lahan yang seharusnya diperuntukkan bagi pertanian dan merupakan aset desa (bondo desa) dapat beralih fungsi menjadi area instalasi listrik bertegangan tinggi begitu saja. Proses peralihan fungsi lahan ini dinilai tidak transparan dan menimbulkan keraguan mendalam mengenai legalitas serta prosedur yang digunakan.

Warga Tegas Menolak, Khawatir akan Bahaya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain masalah status tanah yang dianggap tidak jelas, masyarakat juga menyuarakan penolakan keras terkait lokasi pembangunan yang dianggap sangat tidak tepat. Salah satu warga yang ditemui menyatakan ketidaksetujuannya secara tegas.

“Memang dari awal warga menolak adanya proyek gardu induk ini. Alasannya sederhana, karena lokasinya berada tepat di lingkungan perkampungan yang padat penduduk,” ungkap sumber tersebut.

Lebih jauh, warga mengungkapkan kekhawatiran yang sangat mendasar terkait keselamatan. Menurutnya, Gardu Induk merupakan bangunan yang menyimpan tegangan listrik sangat tinggi yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga:  Bupati Hamartoni Perkuat Hilirisasi Tebu, Terima Kunjungan Dirjen Perkebunan Kementan Bahas Swasembada Gula

“Saya sangat takut dengan bahayanya. Ini kan bangunan bertegangan tinggi, risikonya besar sekali. Apalagi keberadaannya ada di tengah-tengah pemukiman, di dalam desa. Sangat mengancam keselamatan dan kenyamanan warga yang tinggal di sekitarnya,” tambahnya.

Status Lahan yang Dipertanyakan

Sebagai informasi, tanah bengkok atau bondo desa adalah aset desa yang pengelolaannya menjadi hak desa dan biasanya digunakan untuk kesejahteraan desa atau sebagai lahan produktif. Selain itu, statusnya sebagai kawasan tanaman pangan seharusnya memberikan perlindungan hukum agar tidak mudah dialihfungsikan menjadi bangunan permanen yang bersifat non-pertanian.

Masyarakat berharap pihak berwenang, baik dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, dapat memberikan penjelasan yang rinci dan memuaskan. Mereka menuntut transparansi mengenai bagaimana izin penggunaan lahan tersebut bisa diterbitkan, serta apakah aspek keselamatan dan dampak lingkungan bagi warga sekitar sudah benar-benar dikaji secara mendalam sebelum proyek ini berjalan.

Hingga saat ini, warga masih menunggu kejelasan dan keadilan terkait nasib lahan desa yang kini telah berdiri bangunan strategis tersebut, serta solusi terkait rasa aman yang selama ini mengganjal di hati mereka. ( Mr. Bien )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Malakasari Realisasikan Hotmix Jalan Pertanian dari Dana Desa, Dukung Kelancaran Akses Warga dan Petani
IWOI Purworejo Hadiri Sarasehan Ormas, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Daerah
Curi 42 Tandan Buah Sawit, Pria Asal Gedung Jaya Diamankan Polsek Negara Batin
Tekab 308 Sat Reskrim Polres Metro Tangkap Pelaku Pembacokan di Metro Timur
Presiden Prabowo akan Resmikan RS M. Thohir, Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui
Bupati Purworejo Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tengah Masyarakat
Jaga Kerukunan Daerah, Bupati Purworejo Hadiri Sarasehan Bersama Unsur Masyaraka
*Polsek Tanjung Raja Dampingi Wakil Bupati Ogan Ilir Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Sungai Pinang II*
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:31 WIB

Pemdes Malakasari Realisasikan Hotmix Jalan Pertanian dari Dana Desa, Dukung Kelancaran Akses Warga dan Petani

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:27 WIB

IWOI Purworejo Hadiri Sarasehan Ormas, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:20 WIB

Curi 42 Tandan Buah Sawit, Pria Asal Gedung Jaya Diamankan Polsek Negara Batin

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:14 WIB

Tekab 308 Sat Reskrim Polres Metro Tangkap Pelaku Pembacokan di Metro Timur

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:18 WIB

Presiden Prabowo akan Resmikan RS M. Thohir, Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui

Berita Terbaru