Ketika Empati Tergerus Komersialisasi di Gerbang Rumah Sakit

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
​TANGERANG 15 April 2026– “Saya sudah mengeluarkan biaya ratusan juta untuk pengobatan di rumah sakit ini, namun mengapa untuk sekadar akses parkir pun masih harus dibebani biaya valet yang mencekik?”

​Kalimat bernada getir di atas menjadi cerminan dari keresahan yang dirasakan banyak keluarga pasien saat ini. Ironi di dunia pelayanan kesehatan kita semakin nyata ketika efisiensi dan komersialisasi lahan parkir mulai menepikan sisi kemanusiaan.

​Keadilan bagi Pasien: Sebuah Ironi Tarif
​Praktik di lapangan menunjukkan adanya tekanan psikologis yang tidak perlu bagi pengunjung. Layanan valet parking yang dipatok dengan tarif flat (seperti Rp25.000) belum termasuk biaya parkir per jam, terasa sangat tidak manusiawi. Terlebih ketika akses menuju lobi utama dipersulit, seolah-olah memaksa pengunjung untuk merogoh kocek lebih dalam di saat mereka sedang berjuang demi kesembuhan orang tercinta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ada beberapa poin krusial yang perlu menjadi perhatian manajemen rumah sakit dan pengelola parkir:
​Etika Pelayanan: Sangat tidak patut jika keluarga pasien yang sedang dalam kondisi panik atau lelah secara fisik harus menghadapi arogansi oknum petugas di lapangan. Teriakan atau sikap tidak ramah dari petugas valet di area RS Swasta Ternama di daerah karawaci adalah cerminan buruknya koordinasi antara bisnis dan empati.

Baca Juga:  Telkomsel dan Gasing Academy Perkuat Numerasi, Dorong Lahirnya Generasi Unggul Jawa Barat

​Logika Keadilan: Pasien yang sudah memberikan kontribusi finansial besar bagi rumah sakit melalui biaya medis semestinya mendapatkan kemudahan fasilitas, bukan justru dijadikan objek “pungutan” tambahan yang tidak masuk akal.
​Diskriminasi Akses: Mempersulit akses lobi demi memprioritaskan valet menciptakan jurang pemisah. Seharusnya, kemudahan akses adalah prioritas utama bagi setiap nyawa yang datang mencari pertolongan, tanpa memandang tebalnya dompet.

​Menuntut Integritas Institusi Kesehatan
​Rumah sakit bukan sekadar gedung perkantoran atau mal; ia adalah institusi kemanusiaan. Sangatlah keliru jika kenyamanan parkir hanya diberikan kepada mereka yang bersedia membayar mahal, sementara mereka yang sedang kesulitan dipaksa memutar otak hanya untuk mendapatkan tempat berhenti.
​Kita mendesak manajemen rumah sakit, khususnya di kawasan Karawaci, untuk segera mengevaluasi kebijakan parkir ini. Jangan biarkan tarif valet yang “mencekik” dan sikap petugas yang kasar menjadi noda hitam bagi reputasi medis yang sudah dibangun. Pelayanan kesehatan seharusnya dimulai dari gerbang depan, bukan hanya di ruang operasi. BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru