*Obat Langka di RSUD Jailolo, Anggaran Diduga Dialihkan: Dasril Usman Desak Pansus, Singgung “Kejahatan Kemanusia

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Halmahera Barat –
Sorotan tajam kembali diarahkan ke RSUD Jailolo. Di tengah meningkatnya pendapatan rumah sakit, kondisi pelayanan justru dinilai tidak membaik. Ketersediaan obat masih menjadi persoalan utama, memicu kritik keras dari Dasril Usman.

Dasril,menilai penjelasan Direktur RSUD Jailolo tidak hanya lemah, tetapi juga terkesan menutupi persoalan yang sebenarnya. Ia menyoroti adanya kontradiksi dalam penyampaian data anggaran.

“Di satu sisi berlindung pada pagu Rp19 miliar, tapi di sisi lain mengakui adanya pelampauan pendapatan. Ini tidak transparan dan menggambarkan betapa buruknya perencanaan keuangan BLUD Rumah Sakit,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, dasril, yang juga merupakan lulusan magister ilmu kebijakan publik ini mengungkap bahwa anggaran Rp4 miliar yang diklaim untuk obat ternyata tidak murni dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Anggaran itu disebut telah dicampur dengan belanja oksigen dan bahan medis habis pakai (BMHP), sehingga porsi riil untuk obat jauh lebih kecil.

“Ini menjelaskan kenapa pasien masih harus beli obat di luar. Bahkan pasien BPJS mengeluh tidak mendapat penggantian. Ini sudah sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Ia juga menilai alasan klasik terkait klaim BPJS yang dilakukan bertahap tidak bisa terus dijadikan pembenaran. Menurutnya, persoalan tersebut adalah masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi oleh manajemen BLUD.

“Kalau tiap tahun alasannya sama, berarti pengelolaannya yang bermasalah,” tegasnya.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Cikijing Perkuat Sinergi dengan Warga Melalui Kegiatan Sambang Kamtibmas

Tak hanya itu, Dasril juga mengungkap dugaan penyimpangan prioritas anggaran. Ia menyebut bahwa fleksibilitas anggaran BLUD yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti obat, justru diduga dialihkan ke kegiatan seremonial.

“Anggaran bisa digeser ke obat, tapi malah dipakai untuk seremonial. Ini menunjukkan ada kepentingan lain yang diutamakan dibanding pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah persoalan ini secara menyeluruh. Pansus dinilai penting sebagai ruang diskusi sekaligus investigasi terhadap dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD RSUD Jailolo.

“Pansus harus jadi pintu masuk untuk menguliti RBA secara transparan, membuka semua angka, dan memastikan ke mana sebenarnya anggaran dialirkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, DPRD akan mendesak pimpinan agar segera menggelar rapat paripurna pembentukan pansus sesuai keputusan lembaga.

“Kami di DPRD akan terus menyuarakan ini dan mendesak agar paripurna pansus segera dilaksanakan. Persoalan rumah sakit harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dasril menyampaikan kritik paling keras. Ia menilai persoalan ini tidak lagi sekadar masalah administrasi atau klarifikasi, melainkan sudah menyentuh aspek kemanusiaan.

“Publik tidak butuh narasi normatif. Publik butuh angka riil dan pertanggungjawaban. Kalau benar pasien terus dirugikan, obat langka padahal anggaran ada, maka ini bukan lagi soal kelalaian. Ini bisa masuk kategori kejahatan kemanusiaan, “pungkasnya.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN 2 PUNCAK KUNINGAN CETAK GENERASI EMAS LEWAT 4 PROGRAM UNGGULAN: IMTAQ, LITERASI, PRAMUKA DAN PAI.
DUKUNGAN TERUS BERTAMBAH, KINI DPC LSM HARIMAU SUMEDANG DUKUNG H. DADANG SOBARA JADI KETUA DPW JABAR.
Dedeh Yuningsih Hadiri Rakor PAUD, Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Komplotan Curanmor Asal Lampung Ditangkap di Sumedang, Disertai Senjata Revolver
Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Desa Se-Kecamatan Rundeng Dilaksanakan Secara Terpusat
TP PKK Desa Alamendah Dukung Rakor Bunda PAUD sebagai Upaya Penguatan Kualitas PAUD di Daerah
Disdik Gelar Rakor Bunda PAUD untuk Perkuat Sinergi Layanan Pendidikan Anak Usia Dini
Patroli Subuh Sat Samapta Polres Garut Amankan Tiga Pemuda yang Membawa Senjata Tajam
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:44 WIB

SDN 2 PUNCAK KUNINGAN CETAK GENERASI EMAS LEWAT 4 PROGRAM UNGGULAN: IMTAQ, LITERASI, PRAMUKA DAN PAI.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:38 WIB

DUKUNGAN TERUS BERTAMBAH, KINI DPC LSM HARIMAU SUMEDANG DUKUNG H. DADANG SOBARA JADI KETUA DPW JABAR.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Dedeh Yuningsih Hadiri Rakor PAUD, Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Pencabutan Nomor Urut Calon Kepala Desa Se-Kecamatan Rundeng Dilaksanakan Secara Terpusat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 05:27 WIB

TP PKK Desa Alamendah Dukung Rakor Bunda PAUD sebagai Upaya Penguatan Kualitas PAUD di Daerah

Berita Terbaru