Ketegangan di kawasan Selat Hormuz mencapai titik didih.

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG Kompas1.id
– Ketegangan di kawasan Selat Hormuz mencapai titik didih. Hari ini, Selasa (7/4), masa berlaku ultimatum 48 jam yang dilayangkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap pemerintah Iran resmi berakhir. Dunia kini menanti dengan cemas: apakah diplomasi akan menang, ataukah eskalasi militer menjadi kenyataan?
​Garis Keras dari Mar-a-Lago

​Melalui platform Truth Social pada akhir pekan lalu, Trump secara tegas menuntut Teheran untuk segera membuka akses penuh di Selat Hormuz—jalur vital minyak dunia—atau menyepakati perjanjian baru dalam kurun waktu dua hari. Pesan tersebut bukan sekadar gertakan politik biasa; ini adalah sinyalemen “tekanan maksimum” yang kembali diterapkan oleh Washington.
​Dampak Global yang Menghantui
​Jika kesepakatan tidak tercapai hingga tenggat waktu berakhir, spekulasi mengenai aksi militer mulai bermunculan. Dampak dari kebuntuan ini diprediksi akan langsung memukul ekonomi global, di antaranya:
​Lonjakan Harga Minyak: Ketidakpastian di Selat Hormuz berisiko melambungkan harga energi dunia secara instan.

Baca Juga:  Ketegangan Timur Tengah Memanas Usai Serangan Israel ke Teheran, Indonesia Tawarkan Peran Mediasi

​Stabilitas Keamanan Regional: Ancaman konfrontasi fisik dapat menyeret kekuatan besar lainnya ke dalam konflik.
​Menanti Respons Teheran
​Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait apakah mereka akan melunak atau tetap pada posisi mereka semula. Para pengamat internasional menilai bahwa situasi ini adalah ujian krusial bagi stabilitas geopolitik di awal tahun 2026.
​Akankah serangan udara menjadi opsi terakhir AS, ataukah ada kesepakatan di menit-menit akhir? Fokus dunia kini tertuju sepenuhnya pada pergerakan armada di Teluk Persia.
Bob Hariawan. Kabiro Kota Bandung

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Mantan Komisioner Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi CP
Rapuhnya Gencatan Senjata: Konflik AS-Iran Kembali di Ambang Titik Didih
Isu Kebocoran Data Bank Kembali Mengintai: Ancaman Nyata atau Sekadar Isapan Jempol?
Diduga Ada Beking Oknum.! Gudang Solar PT SKL di Perum Bumi Beringin Matuari Disorot, Nama Oknum Wartawan dan Perwira Polres Bitung Ikut Disebut
DI BALIK SIMBOL PERDAMAIAN: ANCAMAN PENCURIAN DATA BIOMETRIK LEWAT POSE ‘PEA
Mengapa Sekadar Memblokir Situs Judi Online Tidak Akan Pernah Cukup?
Presiden Prabowo Resmikan 1060 KDMP, Kodim 0708 Purworejo Launching 52 Titik KDKMP.
Swedia dan Ambisi “Manusia Digital”: Kemudahan Mutlak atau Awal Distopia?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:18 WIB

Kejagung Tetapkan Mantan Komisioner Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Korupsi CP

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:21 WIB

Rapuhnya Gencatan Senjata: Konflik AS-Iran Kembali di Ambang Titik Didih

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:02 WIB

Isu Kebocoran Data Bank Kembali Mengintai: Ancaman Nyata atau Sekadar Isapan Jempol?

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:27 WIB

Diduga Ada Beking Oknum.! Gudang Solar PT SKL di Perum Bumi Beringin Matuari Disorot, Nama Oknum Wartawan dan Perwira Polres Bitung Ikut Disebut

Senin, 18 Mei 2026 - 23:44 WIB

DI BALIK SIMBOL PERDAMAIAN: ANCAMAN PENCURIAN DATA BIOMETRIK LEWAT POSE ‘PEA

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB