KOMPAS1.id || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan penelusuran menyeluruh terhadap kondisi jembatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tersebar di berbagai daerah.
Dari hasil evaluasi tersebut, teridentifikasi puluhan jembatan yang memerlukan penanganan segera karena berisiko mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat, tercatat sebanyak 42 jembatan berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan perbaikan secepatnya.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap lebih dari 1.300 jembatan milik Pemprov Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan terjadi secara mendadak, melainkan akumulasi dari minimnya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jembatan dalam lima tahun terakhir.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat perbaikan.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pengajuan pinjaman daerah hingga Rp2 triliun guna mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk rehabilitasi dan penggantian jembatan.
Sementara itu, laporan Bappeda Jawa Barat menyebutkan kebutuhan anggaran khusus untuk rehabilitasi dan penggantian jembatan provinsi mencapai sekitar Rp395 miliar.
Meski demikian, Dinas BMPR memastikan sebagian besar jembatan masih dalam kondisi mantap, dan peningkatan kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk menjaga konektivitas antarwilayah di Jawa Barat.(Red)










