Viral sebuah unggahan warga yang menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG

Uncategorized332 Dilihat

Kompas1.id
Viral sebuah unggahan warga yang menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan yang dianggap tidak lazim. Terdapat susu, kurma, telur rebus, dan singkong goreng bertabur seuprit alias sedikit keju.

Unggahan di salah satu grup Facebook ini sontak menuai beragam komentar netizen. Mayoritas menyayangkan menu singkong yang diberikan. Apalagi, sasarannya adalah siswa di daerah yang sudah akrab dengan hidangan singkong tersebut.

banner 336x280

“Atuh padahalmah combro we sakalian meh bisa disanguan (Padahal combro aja sekalian supaya bisa pakai nasi)” tulis akun Asep Kancing.

Lain halnya dengan akun Dian Yan. Dia menulis lebih memilih uang daripada singkong. Pasalnya, ketersediaan singkong di wilayah tersebut dinilai sangat melimpah.

“Mending duitna we daripada dibere sampe mah. Da ari sampeumah teu kudu dibere atuh da banyak woy atuh ngerakeun embeg sampeu (mending uangnya daripada dikasih sampah mah. Kalau singkong mah enggak usah dikasih dong karena banyak, malu-maluin ngasih singkong) ,” tulisnya.

Akun Vika Nurelisa menyoroti menu ini yang dianggap tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan. “Tidak sesuai anggaran a diki kedah dikumahakeun anu kitu (harus diapakan yang begitu),” kata Vika.

Unggahan tersebut menyebut menu MBG ini diterima oleh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakan Muncang, Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026), Camat Karangnunggal Suherman membenarkan kejadian ini.

Menu disajikan pada tanggal 23 Februari lalu oleh salah satu Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Karangnunggal. “Menu itu di sajikan pada tanggal 23 februari 2026 oleh salah satu dapar di Karangnunggal,” ujar Suherman.

Suherman menambahkan, menurut keterangan ahli gizi, penggunaan singkong sudah sesuai standar. Secara petunjuk teknis (juknis) pun tidak ada aturan yang dilanggar. Pihak SPPG menerima penawaran dari petani singkong lokal untuk dijadikan menu MBG.

“Secara kandungan gizi berdasarkan keterangan ahli gizi sudah sesuai. Secara juknis tidak melanggar. Jadi Para petani singkong menawarkan kepada dapur,” tambah Suherman.

Sumber: Detik

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar