Tragedi Memilukan Yang menyayat Hati Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Berujung Duka

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Nama kecil Nizam menjadi sorotan publik setelah kabar duka menyelimuti kepergiannya. Kisah memilukan yang menyayat hati Bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Kampung Leuwi Nangung, Sukabumi itu meninggal dunia dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh Abdullah Mansari, seorang warga yang turut menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan husnul khotimah. Kepergian Nizam menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar atas peristiwa yang menimpanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang beredar, Nizam diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri. Ia sempat dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dan nyawanya tidak tertolong.

Nizam wafat pada Kamis malam, 19 Februari 2026. Sebelum meninggal, kondisinya dilaporkan semakin memburuk. Ia ditemukan dalam keadaan sangat lemah dan tidak mampu memberikan keterangan. Pada tubuhnya terlihat sejumlah luka yang diduga akibat tindakan kekerasan.

Baca Juga:  Janji Suci hingga Hembusan Napas Terakhir: Kisah Kesetiaan Suami Merawat Istri Sampai Maut Menjemput

Informasi yang berkembang menyebutkan adanya dugaan penyiksaan fisik, termasuk tindakan penyiraman air panas. Luka-luka yang ditemukan menjadi indikasi adanya penderitaan yang dialami korban sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Kepergian Nizam tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menggugah empati masyarakat luas. Banyak pihak berharap agar kasus ini diusut secara tuntas dan keadilan ditegakkan.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan rasa aman. Kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apa pun, tidak dapat dibenarkan. Semoga peristiwa serupa tidak terulang dan semua pihak semakin peduli terhadap keselamatan serta kesejahteraan anak-anak.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB