DPRD Jabar Soroti Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung, Minta Pemprov Benahi Tata Kelola Aset Pendidikan

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG,- KOMPAS1.id || Rencana eksekusi terhadap SMAN 13 Bandung menuai perhatian serius dari DPRD Jawa Barat. Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, menilai polemik ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera memperbaiki pengelolaan aset, khususnya lahan sekolah.

Sekolah yang berada di Jalan Raya Cibeureum, Kota Bandung tersebut terancam dieksekusi setelah sejumlah pihak yang mengaku sebagai ahli waris menyatakan kepemilikan atas tanah yang digunakan sekolah. Klaim tersebut merujuk pada putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 653 PK/Pdt.G.

Bahkan, tanda sengketa telah terpasang di lingkungan sekolah dengan tulisan yang menyebut tanah tersebut milik ahli waris Nyi Mas Entjeh. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya aktivitas belajar mengajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zaini menilai persoalan ini mencerminkan kurang optimalnya pengelolaan aset di lingkungan Pemprov Jabar. Ia mengingatkan bahwa isu serupa sebenarnya sudah lama muncul, bahkan sebelum mencuatnya kasus yang menimpa SMAN 1 Bandung.

Baca Juga:  Jembatan Gantung Garuda di Desa Plipir Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Menurutnya, terdapat sedikitnya 128 aset milik Pemprov Jawa Barat yang berdiri di atas lahan bukan milik pemerintah provinsi. Aset-aset tersebut mencakup berbagai fasilitas pendidikan seperti SLB, SMAN, hingga SMKN yang seharusnya memiliki kepastian hukum yang jelas.

Ia menegaskan pentingnya langkah konkret untuk memastikan seluruh aset pendidikan memiliki status hukum yang kuat agar sengketa tidak terus berulang. Kepastian administrasi dan legalitas lahan, kata dia, menjadi kunci agar sekolah dapat menjalankan fungsinya tanpa bayang-bayang konflik.

Zaini juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat agar melakukan pendataan dan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh aset sekolah. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya perlindungan terhadap keberlangsungan dunia pendidikan di Jawa Barat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Kedungwaringin Ungkap Peredaran Obat Keras Tramadol dan Hexymer, Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Peredaran Obat Ilegal
Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Chapter Barat
Wisatawan Asal Garut Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Madasari
Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Lendeng N D’Gank Chapter Barat
Sat Resnarkoba Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pengedar Sabu di Kelurahan Sarudik
Negara Dinilai Kalah, Warga Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan di Kubu Raya
KEPALA DESA CIHANJUANG, “Kerja Nyata Tak Menunggu Anggaran, Demi Warga Cihanjuang”.
Wali Kota Bandung: Pembongkaran Bangunan Liar Bukan Tindakan Sepihak, Sudah Disepakati Bersama Pemprov Jabar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:33 WIB

Polsek Kedungwaringin Ungkap Peredaran Obat Keras Tramadol dan Hexymer, Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Peredaran Obat Ilegal

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:06 WIB

Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Chapter Barat

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:20 WIB

Wisatawan Asal Garut Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Madasari

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:03 WIB

Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Lendeng N D’Gank Chapter Barat

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Sat Resnarkoba Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pengedar Sabu di Kelurahan Sarudik

Berita Terbaru