Bandung,- Kompas1.id || Sebuah insiden lalu lintas terjadi di Jalan Cirawa, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (07/02/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan sopir ambulans bernama Asep Wawan dan seorang pengemudi travel, Asep Toto, yang diduga berujung pada tindakan kekerasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Asep Wawan tengah menjalankan tugas mengantarkan pasien menggunakan ambulans. Di tengah perjalanan, terjadi perselisihan dengan pengemudi travel yang diduga dipicu oleh kesalahpahaman di jalan. Adu argumen tersebut kemudian berlanjut hingga muncul dugaan penganiayaan terhadap sopir ambulans.
Akibat kejadian itu, Asep Wawan mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis. Hingga saat ini, korban masih menunggu hasil visum sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.
Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah perwakilan dari Persatuan Sopir Ambulans Bandung dan Cianjur mendatangi Mapolsek Cipatat. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta penanganan hukum secara adil dan profesional atas dugaan penganiayaan yang dialami rekan mereka.
Kapolsek Cipatat, Iwan Setiawan, SH, MH, CPHR, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dari korban dan saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
“Laporan sementara baru kami terima dari pihak korban. Terduga pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum apabila terbukti melakukan penganiayaan. Saat ini yang bersangkutan masih berada di luar kota dan akan kami mintai keterangan,” jelasnya.
Setelah mendapat penjelasan langsung dari pihak kepolisian, perwakilan sopir ambulans menyatakan sepakat untuk menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Kapolsek Cipatat juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan di luar jalur hukum.
ABBO, sopir ambulans asal Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, yang mewakili keluarga besar sopir ambulans Bandung dan Cianjur, menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami berharap proses hukum berjalan secara objektif dan adil. Kasus ini akan terus kami kawal sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.(Iwan KBB)










