Dharma Pongrekun: Program Makan Bergizi Gratis Bukan Solusi, Hanya Bebani Keuangan Negara

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun mengajak masyarakat untuk bersikap kritis terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut tidak menjawab persoalan mendasar bangsa dan justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

MBG dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun menurut Dharma, keberadaan lembaga tersebut tidak memiliki urgensi yang kuat. Ia bahkan menilai BGN seharusnya dievaluasi secara serius, termasuk kemungkinan pembubarannya.

Mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu berpandangan bahwa MBG bukan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Baginya, program ini lebih menyerupai proyek besar yang menyedot anggaran negara tanpa memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau bicara soal Makan Bergizi Gratis, menurut saya sebaiknya dihentikan saja. Jangan menghamburkan uang negara. Program seperti ini sangat rawan manipulasi data dalam pengelolaan anggarannya,” ujar Dharma dalam sebuah video yang beredar di media sosial X, Selasa (7/10/2025).

Ia menilai manfaat terbesar dari program tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat luas. Sebaliknya, pihak-pihak yang bermain dalam pengelolaan anggaran justru disebut sebagai kelompok yang paling diuntungkan.“Yang menikmati ya para koruptor,” ucapnya singkat.

Baca Juga:  ​Memaknai Emansipasi: Melampaui Seremonial, Menuju Substansi Diri

Lebih jauh, Dharma menyebut MBG tetap dipaksakan berjalan bukan karena kebutuhan rakyat, melainkan demi membuka ruang pencairan dana negara.“Program ini dibuat supaya uang bisa keluar. Kalau tidak ada program, anggaran tidak bisa dicairkan,” katanya.

Dharma juga menolak klaim bahwa MBG mampu menjadi solusi bagi persoalan kemiskinan dan stunting. Menurutnya, logika tersebut keliru karena menempatkan kemiskinan seolah-olah sebagai kondisi yang harus diterima.

“Masalah utamanya bukan kurang makan bergizi, tapi kemiskinan itu sendiri. Yang harus dibereskan adalah kemiskinannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat memiliki kesejahteraan yang layak, akses terhadap makanan bergizi akan tercipta secara alami tanpa harus bergantung pada program berskala besar.

“Kalau rakyat tidak miskin, mereka akan memilih makanan bergizi dengan sendirinya. Itu sebabnya, menurut saya, program ini sebaiknya dihentikan sekarang juga,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas
Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara
Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh
Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun
Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung
Sambut 1 Muharam 1448 H, BAZNAS Bandung & KUA Margaasih Gelar Santunan Yatim Piatu “Muharam Penuh Cinta”
Pendekatan Literasi & Estetika Medis (Smart, Sleek & Professional
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Dukung Program Belida melalui Pengecoran Jalan Desa
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:57 WIB

287 WNA Diciduk di Markas Judi Online Hayam Wuruk! Komisi III DPR Apresiasi Bareskrim, Desak Usut Aktor Intelektual hingga Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:24 WIB

Putuskan Isolasi Dua Desa, Praka Heru Bersama Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lampung Utara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:56 WIB

Bupati Nanda Tinjau Sejumlah Infrastruktur di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:21 WIB

Jembatan Perintis Garuda di Desa Sukaraja Sepanjang 35 Meter Rampung Dibangun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:17 WIB

Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung

Berita Terbaru

POLRI

Hijaukan Bumi Lestarikan Kehidupan Di Polsek Tanjung Raja

Minggu, 28 Jun 2026 - 05:17 WIB