Ground Breaking Pembangunan Sekolah Rakyat Di Soreang Capai 3,14%

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOREANG Kompas1.id
KAB BANDUNG Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan tercatat telah mencapai 3,14%.
​Meski demikian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Purwanto Joko A, mengakui adanya deviasi atau keterlambatan sebesar 0,14% dari rencana awal yang ditargetkan sebesar 3,27%. Ia menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan berkaitan dengan kondisi teknis dan cuaca.

​Tantangan Medan dan Cuaca
​Menurut Purwanto, tim di lapangan harus melakukan pengupasan lapisan tanah sawah yang memakan waktu cukup lama. Kondisi ini diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang menghambat mobilitas dan PT.Berantas Abipraya pengerjaan konstruksi.

​”Kami harus mengupas lapisan tanah sawah, dan itu butuh waktu. Apalagi medan dengan hujan juga menjadi kendala. Namun, kami akan terus menggenjot (pushed) jadwal untuk mengganti waktu yang hilang,” ujar Purwanto usai melaksanakan ground breaking SR Jawa Barat, Soreang Kab.Bandung. Senin (12/1/2026)

​Terkait adanya isu lahan sengketa di lokasi proyek, Purwanto mengonfirmasi bahwa memang terdapat satu petak lahan yang masih dalam status sengketa. Namun, ia menegaskan bahwa area tersebut difungsikan sebagai lahan parkir dan pihaknya memilih untuk tidak melakukan pembangunan di titik tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap pemilik lahan.

selainitu dirinya menanggapi keluhan masyarakat di media sosial mengenai ceceran tanah proyek di jalan raya, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf. Purwanto menjelaskan bahwa prosedur penyiraman jalan sebenarnya rutin dilakukan di gerbang proyek, namun sisa-sisa tanah terkadang masih terbawa. Ia berjanji akan melakukan pembersihan secara lebih intensif agar tidak mengganggu pengguna jalan.

​Target Operasional
​Proyek yang merupakan satu kesatuan kontrak dengan wilayah Bekasi dan Jasinga (Bogor) ini diharapkan dapat selesai tepat waktu.

​”Insya Allah, jika tidak ada hambatan berarti, pada akhir Juni atau awal Juli 2026 fasilitas ini sudah bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat,”

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Amankan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Penghargaan Bergengsi dari PT KAI
Dukung Pengamanan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Apresiasi Dari KAI
Pemuda Asal Bandung Barat Dilaporkan Hilang, Keluarga Mohon Bantuan Masyarakat
Semprul Cup 2026 Resmi Bergulir, Panglima Semprul Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dari Antapani Kidul
GELEGAR SEMPRUL CUP 2026! PANGLIMA SEMPRUL KOMANDO LANGSUNG BUKA TURNAMEN DI ANTAPANI KIDUL
PERKUAT EKONOMI MASYARAKAT, BPN KOTA BANDUNG TANDATANGANI KERJA SAMA AKSES REFORMA AGRARIA 2026
IPDN Beri Penghargaan kepada ABPEDNAS atas Kontribusi dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa
Sambut 1 Muharam 1448 H, BAZNAS Bandung & KUA Margaasih Gelar Santunan Yatim Piatu “Muharam Penuh Cinta”
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:40 WIB

Sinergi Amankan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Penghargaan Bergengsi dari PT KAI

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:36 WIB

Dukung Pengamanan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Apresiasi Dari KAI

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:57 WIB

Pemuda Asal Bandung Barat Dilaporkan Hilang, Keluarga Mohon Bantuan Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 02:49 WIB

Semprul Cup 2026 Resmi Bergulir, Panglima Semprul Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dari Antapani Kidul

Senin, 20 Juli 2026 - 02:44 WIB

GELEGAR SEMPRUL CUP 2026! PANGLIMA SEMPRUL KOMANDO LANGSUNG BUKA TURNAMEN DI ANTAPANI KIDUL

Berita Terbaru