
Subulussalam kompas1 id
JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam terus bergerak aktif menjemput dukungan pembangunan guna menghadirkan pemerataan hingga ke pelosok desa. Kamis, 10 September 2026, Wali Kota Subulussalam melakukan audiensi langsung dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI di Jakarta, untuk memperjuangkan program pembangunan infrastruktur pedesaan.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Wali Kota menyerahkan dua proposal prioritas utama yang berfokus pada pembenahan fasilitas pemerintahan desa serta peningkatan akses jalan lingkungan perdesaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usulan pertama adalah permohonan dana pembangunan kantor desa permanen bagi 28 desa prioritas di Kota Subulussalam dengan pagu sebesar Rp15 miliar. Wali Kota menegaskan bahwa bangunan kantor desa yang layak dan permanen sangat krusial sebagai penunjang kelancaran administrasi, ruang pelayanan masyarakat, serta pusat kegiatan pemerintahan di tingkat desa.
Selain itu, Pemko Subulussalam juga memperjuangkan usulan kedua berupa pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan pedesaan yang menyasar 31 desa prioritas, dengan pagu yang sama sebesar Rp15 miliar.
“Infrastruktur jalan yang baik adalah kebutuhan dasar mutlak. Jalan yang memadai akan menjadi urat nadi yang membuka akses ekonomi, mempermudah jangkauan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil bumi antarwilayah,” ujar Wali Kota.
Pertemuan di Kementerian Desa PDT tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah lain dari Provinsi Aceh, antara lain Bupati Bireuen Mukhlis, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri.
Pemko Subulussalam berkomitmen untuk terus bekerja keras dan menjaga komunikasi intensif dengan kementerian terkait, guna memastikan usulan ini segera mendapat perhatian dan direalisasikan melalui dukungan APBN demi kesejahteraan masyarakat desa.(Ramona)
Sumber/protokoler Subulussalam











