
Kompas. 1. Id.
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas DALDUKPPA menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Radikalisme di Lingkungan Sekolah, bertajuk
” Peningkatan Peran Guru BK dalam Membangun Lingkungan Pendidikan yang Ramah Aman Inklusif dan Tangguh Terhadap Radikalisme “.
Kegiatan sosialisasi pencegahan tindak radikalisme di lingkungan sekolah dihadiri oleh para guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bertempat di Gd. Moh. Toha. Komplek Pemda, Kamis. ( 3/9/26 ).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dalam mengenali, mencegah, serta menangani potensi penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar.
Sosialisasi dibuka Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si, dengan dihadiri, Kepala Dinas DALDUKPPA, dr Mulja Munadjat, M.M .,M.H.Kes,
Kepala Dinas Pendidikan, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si.
Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Bambang Sukmawijaya, M.Si.
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Ema Dety Supriatna, S.Pd.I., M.M. dan Para Guru SMP BK Se Kabupaten Bandung, dengan narasumber Satori, S.H., M.H dari Densus 88.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya Bupati menyampaikan ” Guru BK diharapkan memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada siswa, dalam membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan nilai toleransi, kebinekaan, cinta damai, dan semangat persatuan. ” Papar Bupati.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan mampu mendeteksi sejak dini perubahan perilaku maupun pengaruh lingkungan yang berpotensi mengarah pada intoleransi dan kekerasan.
Selain itu, sosialisasi juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media sosial. Para siswa perlu dibekali pemahaman sejak dini , tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan orang tua, masyarakat, dan seluruh pihak terkait.
Melalui sinergi tersebut, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kritis, toleran, serta mampu menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dinas DALDUKPPA Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai bagian integral dalam sistem pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. Langkah ini diambil mengingat posisi strategis guru BK dalam melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku dan psikologis siswa yang berpotensi terpapar paham ekstrem.
Sementata itu Kepala DALDUKPPA, dr. Mulja Munadjat , M.M., M. H.Kes, menambahkan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman yang bebas dari pengaruh intoleransi dan kekerasan. Guru BK diharapkan mampu menjadi early detector yang sigap mengidentifikasi tanda-tanda kerentanan siswa, baik akibat pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, maupun faktor keluarga.
Melalui penguatan peran guru BK dalam deteksi dini dan pendampingan psikologis, lingkungan sekolah menjadi lebih kondusif.
” Dengan demikian, anak-anak dapat lebih fokus pada pembelajaran tanpa terganggu oleh pengaruh negatif dari luar.” Tandasnya.
( Dhany).









