Kompas1.id
Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah—bukan sekadar melahap deretan atap alang-alang dan dinding bambu. Kebakaran yang dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting) tersebut mengikis sebiji warisan luhur yang telah dirawat melintasi generasi.
Bandung, 24 Agustus 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Musibah kebakaran ini meninggalkan luka mendalam bagi saudara-saudara kita di desa adat Lombok. Di balik kepulan asap dan puing-puing yang tersisa, ada sejarah, ingatan kolektif, dan tatanan kebudayaan yang seketika luruh menjadi abu. Duka ini bukan hanya milik mereka yang kehilangan tempat bernaung, melainkan duka kita bersama yang menghargai jejak tradisi dan identitas leluhur.
Komunitas Lendeng N D’Gank (North Chapter) menyampaikan empati dan belasungkawa yang paling tulus atas tragedi ini. Kami berdiri bersanding dalam doa dan solidaritas, berharap ketabahan senantiasa menguatkan setiap warga yang terdampak dalam melewati masa-masa kelam ini.
Cahaya di Balik Abu Kebakaran
Ketabahan Jiwa: Di tengah ujian yang berat, keteguhan hati warga adalah fondasi utama untuk merajut kembali harapan yang sempat terkoyak.
Solidaritas Tanpa Batas: Duka desa adat adalah panggilan moral bagi kita semua untuk mengulurkan tangan, memastikan mereka tidak berjalan sendirian dalam proses pemulihan.
Merawat Kembali Identitas: Bangunan mungkin telah rata dengan tanah, namun semangat, kebudayaan, dan kebersamaan masyarakat adat tidak akan pernah padam oleh api.
Semoga seluruh warga desa adat Lombok senantiasa dilimpahi kekuatan, ketenangan, dan kelapangan dada untuk segera bangkit menyusun kembali keharmonisan yang sempat teruji. Dari puing-puing keprihatinan ini, semoga terbit kebangkitan yang lebih kokoh dan bertenaga.
#LendengND’Gank #NorthChapter #kampungAdatLombok #WargaJagaWarga #PeduliSesama #WarisanLuhur #Madep #KampungAdatSade
Bob Hariawan
Kabiro Kota Bandung










