Jakarta,- KOMPAS1.ID || Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diikuti sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia di JICC, Jakarta, Jumat (26 Juni 2026).
Forum ini menjadi pertemuan keempat Presiden Prabowo dengan para pimpinan perguruan tinggi sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hal tersebut menegaskan komitmen pemerintah menempatkan kampus sebagai mitra strategis dalam mempercepat transformasi dan pembangunan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KSTI sendiri merupakan gagasan Presiden Prabowo yang pertama kali digelar di Institut Teknologi Bandung pada Agustus 2025.
Forum ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi menjadi motor utama pertumbuhan dan daya saing Indonesia.
Presiden berharap KSTI 2026 melahirkan gagasan-gagasan strategis yang mampu memperkuat riset, mendorong inovasi, mempercepat hilirisasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia maju.
Di sela-sela diskusi, Presiden Prabowo juga membagikan dokumentasi presentasinya di Universitas Gadjah Mada bersama almarhum Prof.
Mubyarto sekitar 22 tahun lalu, sebagai pengingat bahwa komitmen terhadap pembangunan berbasis ilmu pengetahuan telah menjadi bagian dari perjalanan pemikirannya sejak lama.(*)














