Kepala BSKDN Apresiasi Langkah Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas. 1. Id.
Pemerintah terus merumuskan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah di tengah keterbatasan kapasitas fiskal. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri,
Dr. Drs. Yusharto Huntoyongo, M.Pd, dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden yang digelar di Hotel Sunshine Soreang, Jumat (26/6/26).

Dalam pemaparannya, Yusharto menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya melalui optimalisasi aset daerah, penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pemanfaatan berbagai potensi ekonomi lokal.

“Kondisi fiskal daerah saat ini memiliki keterbatasan. Karena itu, diperlukan berbagai langkah kreatif, mulai dari optimalisasi aset daerah, peningkatan kinerja BUMD, hingga pengembangan potensi daerah agar mampu meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masih banyak BUMD yang telah menerima penyertaan modal, namun belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa hanya sekitar 25 persen BUMD di Indonesia yang mampu menghasilkan keuntungan secara signifikan, sementara sebagian besar yang memberikan laba berasal dari sektor perbankan.

Baca Juga:  JEMBATAN KETUNGAU 2 JADI TANGISAN RAKYAT, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

Yusharto menambahkan, peningkatan PAD akan memperbaiki proporsi pendapatan daerah sehingga tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Dengan demikian, kapasitas fiskal daerah akan semakin kuat dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi II, Dede Yusuf, menegaskan pentingnya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi kepastian regulasi bagi investor, penguatan investasi, optimalisasi potensi daerah, serta pemberdayaan sektor informal sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai kebijakan strategis tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Jurnalis : Dhany TH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Singkil Gelar Bakti Sosial dan Santunan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah
‎Seluruh SKPK Tuntaskan Tahapan Penatausahaan APBK 2026, Menuju Pencetakan DPA
Jumat Berkah: Kebaikan Sederhana yang Membawa Berkah Luas
RIYAK KECIL KEBAIKAN, BERKAH YANG MELANGIT
Diduga Alami Kejang, Pengendara Berhenti di Tengah Jalan dan Sebabkan Kemacetan
BERGERAK SENDIRI TANPA BANTUAN DONATUR DAN KEPENTINGAN POLITIK, JAMA’AH UKHUWAH ISLAMIAH GELAR KEPEDULIAN LINGKUNGAN
WARTAWAN JANGAN TAKUT SUARAKAN KEBENARAN, PERS DILINDUNGI UNDANG UNDANG
*Hendler Terus Berlatih, K9 Oreo Semakin Mahir dan Fokus Jaga Keamanan Masyarakat*
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:06 WIB

‎Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Singkil Gelar Bakti Sosial dan Santunan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:02 WIB

Kepala BSKDN Apresiasi Langkah Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:11 WIB

Jumat Berkah: Kebaikan Sederhana yang Membawa Berkah Luas

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:03 WIB

RIYAK KECIL KEBAIKAN, BERKAH YANG MELANGIT

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:13 WIB

Diduga Alami Kejang, Pengendara Berhenti di Tengah Jalan dan Sebabkan Kemacetan

Berita Terbaru