Kompas1.id
Nasional – Memasuki tanggal 1 Muharram yang menandai dimulainya Tahun Baru Islam dalam penanggalan Hijriah, umat Islam di seluruh dunia menyambutnya bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebagai sebuah momentum berharga untuk merenung, berbenah, dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Muharram sendiri berarti “bulan yang disucikan” dan menjadi bulan pertama dalam kalender Islam. Penetapannya sebagai awal tahun didasarkan pada peristiwa bersejarah Hijrah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dari Kota Makkah ke Kota Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, melainkan perpindahan dari kondisi yang penuh tekanan menuju lingkungan yang aman untuk menegakkan kebenaran, persatuan, dan keadilan.
Makna di Balik Momentum
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi umat Islam, 1 Muharram memiliki makna mendalam sebagai:
Waktu Pembaruan Niat dan Taubat
Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menutup lembaran masa lalu, memaafkan kesalahan diri sendiri maupun orang lain, serta membulatkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan bertanggung jawab.
Panggilan Berhijrah dalam Kehidupan Sehari-hari
Semangat Hijrah diajakkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga “Hijrah Batin”: meninggalkan sifat buruk, kebiasaan negatif, perkataan yang tidak baik, serta mengarahkannya kepada perbuatan yang diridai Allah SWT.
Meningkatkan Kepedulian Sosial
Di bulan Muharram, terlebih pada Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, umat dianjurkan memperbanyak ibadah, berpuasa, bersedekah, serta membantu sesama yang membutuhkan. Hal ini menjadi wujud nyata mempererat persaudaraan dan menebarkan kedamaian.
Memperkuat Semangat Perjuangan
Peristiwa Hijrah mengajarkan bahwa kesulitan bukanlah alasan untuk menyerah. Momentum ini mengingatkan umat untuk tetap teguh, sabar, dan yakin bahwa setiap perjuangan di jalan kebaikan akan mendapatkan pertolongan Allah.
Harapan Menyambut Tahun Baru Hijriah
Berbagai tokoh agama dan masyarakat mengimbau agar momen ini dimanfaatkan sebaik mungkin. “Jadikan 1 Muharram sebagai titik awal perubahan positif. Jangan hanya dirayakan secara seremonial, tetapi dibuktikan dengan sikap jujur, disiplin, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar salah satu tokoh ulama.
Dengan semangat baru yang dibawa bulan suci ini, diharapkan seluruh umat Islam dapat melangkah maju dengan lebih baik, menjaga kerukunan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. *** Red














