KOMPAS1.ID
Nasional – Setiap memasuki tanggal 1 Muharram dalam penanggalan Hijriah, umat Islam di seluruh dunia merayakan sekaligus mengenang peristiwa bersejarah yang menjadi tonggak berdirinya sistem kalender Islam. Bukan sekadar pergantian angka tahun, 1 Muharram mengandung makna mendalam tentang perjuangan, keberanian, serta semangat untuk memperbaiki kualitas diri dan kehidupan.
Sejarah Penetapan
Tanggal 1 Muharram ditetapkan sebagai awal tahun baru Islam untuk mengenang peristiwa Hijrah, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dari Kota Makkah ke Kota Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam sejarah peradaban Islam, dari masa penindasan dan keterbatasan ruang gerak, menuju masa kemandirian, persatuan, dan tegaknya pemerintahan yang berlandaskan nilai keadilan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara resmi, penanggalan Hijriah ini disahkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sekitar 17 tahun setelah peristiwa Hijrah terjadi. Nama “Muharram” sendiri berarti “bulan yang disucikan”, yang termasuk salah satu dari empat bulan haram di mana Allah SWT melarang terjadinya peperangan, mengajarkan umat untuk menjaga kedamaian dan menghormati hak sesama.
Makna dan Hikmah bagi Kehidupan
Bagi umat Islam, 1 Muharram dimaknai sebagai panggilan untuk melakukan “Hijrah batiniah”, yaitu perpindahan dari sifat dan perbuatan buruk menuju ke arah yang lebih baik. Makna ini terangkum dalam beberapa nilai utama:
Pembaruan Niat dan Kesucian Hati
Awal tahun baru menjadi momen yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup selama setahun yang telah berlalu. Umat diajak untuk bertaubat, membersihkan hati dari rasa dengki, iri hati, dan kesalahan masa lampau, serta membulatkan tekad untuk melangkah dengan niat yang lebih ikhlas.
Perubahan Menuju Kebaikan
Semangat Hijrah mengajarkan bahwa perubahan yang lebih baik selalu mungkin dilakukan, tidak harus menunggu waktu atau kondisi tertentu. Seseorang dikatakan telah berhijrah jika ia mampu meninggalkan apa yang dilarang Allah dan memulai kebiasaan positif yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Keteladanan Perjuangan dan Kesabaran
Peristiwa Hijrah menjadi bukti bahwa perjuangan di jalan kebenaran tidak selamanya mudah, namun akan selalu dibimbing dan ditolong oleh Allah SWT. Hal ini mengajarkan umat untuk tetap teguh, sabar, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Momen Berbagi dan Meningkatkan Kebaikan
Di bulan Muharram, terkhusus pada hari kesepuluh yang dikenal sebagai Hari Asyura, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berpuasa, serta berbagi kepada sesama. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, membantu mereka yang membutuhkan, dan menebarkan kedamaian di tengah masyarakat.
Harapan Menyambut Tahun Baru
Menyambut datangnya 1 Muharram, para tokoh agama mengimbau agar momen ini tidak hanya diperingati dengan seremonial semata, tetapi benar-benar diamalkan dalam keseharian. “Semangat tahun baru Islam hendaknya melahirkan perubahan nyata, menjadikan pribadi yang lebih disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta mampu menjaga kerukunan antarumat beragama dan sesama warga masyarakat,” ujar salah satu tokoh ulama.
Dengan demikian, peringatan 1 Muharram diharapkan menjadi langkah awal yang penuh berkah, membawa umat Islam melangkah maju dengan semangat hijrah, menciptakan kehidupan yang lebih baik, damai, dan diridai oleh Allah SWT *** Red.














