MELAWAN HOAKS YANG MENYERANG INTEGRITAS

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
JAKARTA, 11 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus informasi di ruang digital, ruang publik kembali dikotori oleh penyebaran disinformasi yang berbahaya. Belakangan ini beredar tangkapan layar hasil rekayasa yang meniru tampilan situs berita terpercaya, Kompas.tv. Konten palsu itu menyebutkan bahwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook.

Redaksi menegaskan dengan tegas bahwa informasi yang termuat dalam gambar tersebut sepenuhnya tidak benar atau merupakan hoaks.

Berdasarkan penelusuran fakta yang mendalam, tidak ditemukan adanya jadwal persidangan maupun status hukum apa pun seperti yang diklaim dalam konten rekayasa itu. Foto yang digunakan diduga berasal dari dokumentasi peristiwa atau kasus lain, lalu dimanipulasi wajah atau konteksnya, atau dicatut secara sembarangan semata untuk membentuk pandangan negatif masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Hoaks Ini Berbahaya?

Memalsukan informasi dengan mencatut nama dan logo media terpercaya merupakan kejahatan informasi yang serius dengan dampak luas:

– Pembunuhan karakter: Tuduhan korupsi tanpa bukti hukum yang sah dapat merusak nama baik seseorang secara cepat dan mendalam.
– Menurunkan kepercayaan pada media: Ketika kebohongan dikemas seolah-olah berita resmi, masyarakat menjadi bingung membedakan mana fakta dan mana rekayasa.
– Memicu perpecahan: Konten palsu semacam ini sengaja dibuat untuk memancing emosi, menimbulkan kegaduhan, dan merusak keharmonisan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Singkil dan Kejari Perkuat Sinergi Hukum, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas

Imbauan dan Sikap

Menghadapi kondisi ini, langkah bijak bukan hanya mengabaikan, tetapi lebih aktif dalam memverifikasi informasi. Redaksi mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip: saring sebelum berbagi, cek tanggal terbit berita, dan selalu konfirmasi langsung ke situs resmi media yang bersangkutan.

Redaksi juga meminta penegak hukum serta Kementerian Komunikasi dan Digital mengambil tindakan tegas terhadap pembuat dan penyebar awal konten manipulatif ini. Kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan fitnah dan kebohongan yang terstruktur.

“Mari kita tetap berpikir jernih dalam bermedia sosial. Fakta harus tetap menjadi acuan utama dalam setiap informasi yang disampaikan,” demikian pesan penutup.

Bob Hariawan
Kepala Biro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru