Kampung Naga Tasikmalaya Ditutup Sementara Selama Tiga Bulan, Ini Alasannya

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
TASIKMALAYA – Destinasi wisata budaya yang terkenal, Kampung Adat Naga, yang berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini berlaku mulai tanggal 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Keputusan penutupan total kawasan adat ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak adat Kampung Naga dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selama masa penutupan, akses masuk bagi wisatawan ditiadakan sepenuhnya.

Ketua Adat Kampung Naga menyebutkan, langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penutupan bertujuan utama untuk memulihkan kembali keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan adat, serta melakukan serangkaian perawatan menyeluruh, baik dari segi fisik bangunan maupun pemeliharaan nilai-nilai spiritual dan budaya yang dipegang teguh oleh warga setempat.

“Kami ingin menjaga kelestarian Kampung Naga agar tetap asri, lestari, dan terjaga nilainya. Perawatan menyeluruh ini perlu dilakukan agar saat dibuka kembali nanti, Kampung Naga tetap menjadi warisan budaya yang utuh dan bermakna,” ungkap perwakilan pihak adat.

Para pengunjung dan wisatawan yang berencana berkunjung diminta untuk bersabar dan menunggu hingga masa penutupan berakhir. Setelah tanggal 31 Agustus 2026, akses masuk ke Kampung Naga akan dibuka kembali secara bertahap dengan kondisi yang lebih terawat dan lestari.

Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam melindungi salah satu desa adat paling ikonik di Jawa Barat agar tetap lestari di tengah tingginya minat kunjungan wisatawan.

 

Jurnalis Wa Ratno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Warga Kota Sukabumi Gelar Aksi Damai di Balai Kota, Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Penuhi Janji Program
Video Lurah Babakan Ciparay Marah-marah di Puskesmas Viral, BKPSDM Bandung Akan Panggil dan Periksa
Ops Jaran Lodaya 2026: Sat Reskrim Polres Indramayu Amankan Dua Remaja Diduga Pelaku Curanmor
Jembatan Gantung Ci Calung Pasir Gombong memprihatinkan, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak”
Satgas Gulma TNI Bergerak, Bendungan Way Rarem Dibersihkan dari Ancaman Eceng Gondok
*Polsek Margaasih Evakuasi Warga ODGJ untuk Perawatan di RS Jiwa Cisarua*
Polsek Baleendah Mediasi Masalah Keributan Warga di Kampung Kawungsari
SEKDES CIHIDEUNGGIRANG AKUI KETAHAN PANGAN 2024 “TIDAK ADA”, PADAHAL DD WAJIB 20% UNTUK KETAPANG.
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:58 WIB

Ribuan Warga Kota Sukabumi Gelar Aksi Damai di Balai Kota, Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Penuhi Janji Program

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:36 WIB

Video Lurah Babakan Ciparay Marah-marah di Puskesmas Viral, BKPSDM Bandung Akan Panggil dan Periksa

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:35 WIB

Ops Jaran Lodaya 2026: Sat Reskrim Polres Indramayu Amankan Dua Remaja Diduga Pelaku Curanmor

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:15 WIB

Jembatan Gantung Ci Calung Pasir Gombong memprihatinkan, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak”

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:09 WIB

Satgas Gulma TNI Bergerak, Bendungan Way Rarem Dibersihkan dari Ancaman Eceng Gondok

Berita Terbaru