KOMPAS1.ID
KETUNGAU HULU, 29 Mei 2026 – Suasana haru dan kekeluargaan menyelimuti acara pelepasan purna tugas dan purna bakti Camat Ketungau Hulu, Ramdi Nahum, S.T, M.T, yang digelar sore ini. Kegiatan ini menandai berakhirnya masa jabatan beliau sebagai pemimpin kecamatan sekaligus mengakhiri pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama lebih dari 31 tahun.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan, seluruh pegawai Kantor Camat Ketungau Hulu, para Kepala Desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang hadir untuk memberikan penghormatan sekaligus melepas kepergian pemimpin yang telah mengabdi selama tiga tahun memimpin wilayah ini.
Dalam sambutannya, Ramdi Nahum membuka pertemuan dengan rasa syukur dan menyampaikan bahwa kehadiran sore ini bukan sekadar perpisahan, melainkan momen untuk merayakan tugas pengabdian yang telah tuntas dilaksanakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Sore hari ini kita berkumpul bukan untuk berpisah, tapi untuk merayakan sebuah pengabdian yang sudah selesai ditunaikan. Selama lebih kurang 31 tahun saya mengabdi sebagai ASN, dan 3 tahun terakhir saya dipercaya mengemban amanah sebagai Camat Ketungau Hulu. Amanah yang berat, namun saya jalani dengan segenap hati dan tenaga,” ujar Ramdi di hadapan para hadirin.
Menyadari bahwa dalam memimpin tentu ada kebijakan yang tidak selalu memuaskan semua pihak, Ramdi pun dengan rendah hati memohon maaf apabila selama menjabat terdapat ucapan, sikap, maupun keputusan yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan masyarakat dan rekan kerja.
“Saya sadar, tidak semua kebijakan bisa menyenangkan semua pihak. Jika ada kata, sikap, atau keputusan saya yang kurang berkenan, menyinggung perasaan Bapak dan Ibu sekalian, saya mohon maaf lahir dan batin. Buka pintu maaf selebar-lebarnya,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala dukungan, kerja sama, dan loyalitas yang diberikan seluruh elemen masyarakat, aparat kecamatan, hingga pemerintah desa. Menurutnya, kemajuan Ketungau Hulu tidak bisa diraih sendirian, melainkan hasil kerja bersama.
“Terima kasih untuk kerja sama, loyalitas, dan kebersamaan selama ini. Tanpa dukungan Bapak dan Ibu, saya bukan siapa-siapa. Ketungau Hulu bisa lebih baik karena kita bekerja bersama, mulai dari aparat kecamatan, kepala desa, sampai masyarakat di pelosok wilayah,” tambahnya.
Kepada camat yang akan menggantikan nanti, Ramdi menitipkan amanah besar untuk wilayah Ketungau Hulu. Ia berharap pemimpin baru dapat menjaga semangat gotong royong, keramahan warga, dan membawa wilayah ini—sebagai lokasi prioritas perbatasan—melaju lebih cepat lagi.
“Kepada Camat yang baru nanti, saya titipkan Ketungau Hulu. Titipkan warganya, titipkan semangat gotong royongnya, titipkan keramahannya. Saya yakin, dengan energi baru, kecamatan kita akan melaju lebih cepat lagi,” pesannya.
Ramdi juga menegaskan bahwa purnatugas bukan berarti memutus tali silaturahmi. Jabatan mungkin telah selesai, namun persaudaraan tetap berlanjut. Ia mengaku tetap menjadi bagian dari masyarakat Ketungau Hulu, terutama sebagai warga di wilayah perbatasan, dan rumahnya akan selalu terbuka bagi siapa saja.
“Jabatan boleh selesai, tapi persaudaraan tetap jalan. Rumah saya tetap terbuka untuk siapa saja yang mau mampir, ngobrol, atau sekadar minum kopi bareng. Tugas saya sebagai Camat memang selesai, tapi tugas saya sebagai warga Ketungau Hulu tidak akan pernah berakhir,” tutupnya.
Di akhir sambutan, Ramdi memohon doa restu agar masa pensiunnya menjadi masa yang berkah, sehat, dan tetap bermanfaat bagi sesama. Acara ini ditutup dengan suasana haru, doa bersama, dan harapan agar jejak pengabdian yang telah ditorehkan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus pemerintahan di Ketungau Hulu.
Jurnalis Tommy














