KOMPAS1.ID
BOJONGSOANG, KABUPATEN BANDUNG – Sebuah penemuan mengerikan mengguncang warga Kampung Cikoneng, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Minggu pagi, 24 Mei 2026. Jasad seorang bayi laki-laki ditemukan mengambang di dalam sumur milik warga. Saat ini, Polsek Bojongsoang bergerak cepat dibantu Satreskrim Polresta Bandung untuk mengungkap kasus ini.
Penemuan bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika seorang warga bernama Eli Mulyani hendak mengambil air untuk mandi. Ia terkejut bukan kepalang saat melihat sesosok tubuh bayi mengambang di dalam sumur tersebut. Eli pun segera berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan itu, warga lain bernama Lukman Nudin segera datang membantu. Lukman berupaya mengevakuasi tubuh bayi tersebut ke permukaan menggunakan jaring ikan. Namun, harapan warga sirna saat jasad berhasil diangkat, karena dipastikan nyawa bayi tersebut sudah tidak tertolong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pengurus RT dan RW setempat, yang kemudian meneruskan informasi ke Bhabinkamtibmas dan Mapolsek Bojongsoang sekitar pukul 09.30 WIB.
Kondisi Korban Masih Miliki Tali Pusar
Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bojongsoang, didampingi Unit Opsnal Reskrim dan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polresta Bandung, segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, ditemukan dalam keadaan telanjang, dan diduga baru saja dilahirkan. Hal ini terlihat jelas dari kondisi fisik korban yang masih memiliki tali pusar atau ari-ari yang menempel pada tubuhnya.
Penyidikan Dipercepat
Kapolsek Bojongsoang, Kompol Undi Kurnia, S.I.P., menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah penting guna mengungkap kejelasan kasus ini. Langkah yang dilakukan antara lain mengamankan lokasi penemuan, memeriksa saksi-saksi mata, serta menerjunkan tim teknis untuk mengumpulkan bukti.
“Situasi di lokasi kejadian saat ini sudah aman dan kondusif. Kami memastikan penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan mendalam untuk mengetahui kronologi sebenarnya,” ujar Kompol Undi Kurnia.
Sebagai bagian dari proses hukum, jasad bayi telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut atau Visum Et Repertum. Hasil pemeriksaan ini nantinya menjadi bukti penting untuk mengetahui penyebab kematian serta jejak yang bisa mengarahkan polisi kepada pelaku atau orang tua dari bayi tersebut.
Pihak kepolisian saat ini terus mengembangkan kasus ini dan meminta bantuan informasi dari masyarakat sekitar jika ada yang melihat atau mengetahui peristiwa yang mencurigakan menjelang ditemukannya jasad bayi tersebut. *** red














