Operasi Pencarian Warga Ogan Lima yang Hilang di Bendungan Way Rarem Terkendala Gulma Tebal

Berita, Daerah494 Dilihat

Lampung Utara,– KOMPAS1.id || Seorang warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, dilaporkan hilang saat tengah mencari ikan di kawasan Waduk Bendungan Way Rarem, Desa Pekurun Selatan, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Hingga Selasa (05/05/2026) sore, tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian di titik lokasi kejadian.

banner 336x280

Korban diketahui bernama Aminudin Bin M. Idris (48), seorang petani yang beralamat di Dusun 8 RT 01 Desa Ogan Lima. Kronologi Kejadian, Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat korban berpamitan kepada pihak keluarga untuk mencari ikan dengan cara memanah di Waduk Way Rarem. Namun, hingga pukul 19.30 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah.

Merasa cemas, pihak keluarga melakukan pencarian ke lokasi. Sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu anggota keluarga bernama Karim menemukan sepeda motor Honda Supra, jerigen pelampung, tas, serta ikan hasil tangkapan milik korban di pinggir waduk. Namun, keberadaan Aminudin tidak ditemukan di sekitar lokasi tersebut.

Sejak Selasa pagi (05/05/2026) pukul 09.00 WIB, personel gabungan yang terdiri dari Babinsa Koramil 412-07/ABB, Basarnas, Polsek Abung Tengah, Polsek Abung Barat, Damkar Kabupaten Lampung Utara, hingga aparatur desa setempat turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

Hadir memantau langsung di lokasi antara lain Camat Abung Barat Wartoni, Camat Abung Tengah Kasim SE, Anggota Dewan Kab. LU Tesa Anggrani, serta pimpinan unsur TNI-Polri dan Basarnas.

Koordinator Pos Basarnas, Zian Pajri, menjelaskan bahwa tim telah melakukan berbagai metode pencarian. “Pada pukul 14.00 WIB, tim melakukan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Kemudian pada pukul 16.00 WIB, kami melakukan manuver perahu untuk membuat gelombang dan memecah tumpukan gulma eceng gondok dengan harapan korban bisa terangkat ke permukaan,” jelasnya.

Babinsa Peltu Hendriyanto, yang mewakili Danramil 412-07/ABB, menyatakan bahwa kendala dilapangan medan menuju titik kejadian cukup sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat, sehingga proses mobilisasi perahu karet mengalami hambatan. Selain itu, tebalnya populasi eceng gondok di permukaan waduk menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat.

“Hingga pukul 17.00 WIB, pencarian masih belum menemui titik terang. Mengingat kondisi cuaca dan cahaya yang tidak memungkinkan (malam hari), operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi esok hari,” ujar Peltu Hendriyanto.

Saat ini, pihak keluarga dan warga sekitar masih bertahan di lokasi untuk memantau situasi secara mandiri. Situasi di sekitar TKP dilaporkan tetap aman dan kondusif meski suasana ratap menyelimuti keluarga korban.

 

 

(Syamsir Harni)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *