
JAKARTA, 5 Mei 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan bahwa tarif tenaga listrik untuk periode Mei 2026 tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini merupakan bagian dari penetapan tarif listrik periode Triwulan II (April–Juni) 2026 yang dinyatakan tetap guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Meskipun tarif dasar tidak naik, masyarakat sering kali mendapati perbedaan jumlah kWh (kilowatt-hour) yang diterima meski membeli token dengan nominal yang sama. Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menghimbau masyarakat agar tidak cemas.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap,” ujar Tri Winarno dalam keterangan resminya.
Mengapa Hasil kWh Bisa Berbeda?
Perbedaan jumlah listrik yang didapat setiap pelanggan dipengaruhi oleh dua faktor utama:
1. Tarif Listrik per Golongan Daya: Semakin tinggi daya listrik yang terpasang di rumah, semakin tinggi pula tarif per kWh-nya.
2. Pajak Penerangan Jalan (PPJ): Besaran pajak ini ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Sebagai contoh, di Jakarta, besaran PPJ untuk daya ≤2.200 VA adalah 2,4%, sementara untuk daya ≥6.600 VA mencapai 4%.
Rincian Tarif Rumah Tangga Non-Subsidi
Bagi pelanggan non-subsidi, berikut adalah rincian tarif yang berlaku:
– Daya 900 VA: Rp 1.352/kWh
– Daya 1.300 – 2.200 VA: Rp 1.444,70/kWh
– Daya 3.500 – 5.500 VA: Rp 1.699,53/kWh
– Daya ≥6.600 VA: Rp 1.699,53/kWh
Simulasi Pembelian Token Rp 50.000
Untuk memberikan gambaran nyata, berikut adalah perkiraan jumlah kWh yang didapat pelanggan di wilayah Jakarta dengan nominal pembelian Rp 50.000 (setelah dipotong PPJ):
– Daya 900 VA: 36,09 kWh
– Daya 1.300 – 2.200 VA: 33,78 kWh
– Daya 3.500 – 5.500 VA: 28,54 kWh
– Daya ≥6.600 VA: 28,24 kWh
Dengan rumus perhitungan: (Nominal Token – PPJ) ÷ Tarif Listrik = Jumlah kWh, terlihat jelas bahwa pelanggan dengan daya lebih kecil cenderung mendapatkan jumlah kWh yang lebih banyak.
Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek golongan daya listrik masing-masing agar dapat mengatur penggunaan energi secara lebih efisien sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
(BOB HARIAWAN)
KABIRO KOTA BANDUNG











