Hardiknas 2026: Momentum Teguhkan Semangat Bangun Pendidikan Nasional

Berita, Daerah589 Dilihat

Pesawaran,- KOMPAS1.id || 4 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (4/5/2026).

banner 336x280

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., jajaran aparatur pemerintah, insan pendidikan, serta peserta didik.

Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B.,S.E.,M.M., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus meneguhkan kembali semangat membangun pendidikan nasional.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta membentuk peradaban yang bermartabat,” demikian kutipan pidato Menteri yang dibacakan Bupati.

Dalam amanatnya Bupati menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas.

Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus mencapai tujuan pendidikan nasional secara menyeluruh. Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah telah menetapkan lima kebijakan strategis.

Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan pada tahun 2025.

Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui pemberian beasiswa pendidikan serta penguatan program sertifikasi dan insentif bagi tenaga pendidik.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman, serta penerapan berbagai program pembiasaan positif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM dan evaluasi capaian akademik.
Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata melalui berbagai layanan pendidikan fleksibel, termasuk pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga penguatan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.

Bupati menyebut bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga media.

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa didukung pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber / dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *