GUNCANG SULUT! MAFIA SIANIDA ILEGAL DIDUGA BERKELIARAN, POLRES MITRA SITA RATUSAN KARUNG RACUN MEMATIKAN — PUBLIK TAGIH OTak BESAR DAN “BEKING” SEGERA DIBONGKAR!

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id MINAHASA TENGGARA —
Skandal besar dugaan peredaran sianida ilegal akhirnya meledak di Sulawesi Utara. Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Tenggara dikabarkan berhasil membongkar operasi gelap bahan kimia berbahaya yang diduga selama ini menyuplai kawasan tambang emas rakyat.

Dalam operasi senyap tersebut, aparat mengamankan ratusan karung dan kaleng sianida yang kini menjadi barang bukti di Mapolres Minahasa Tenggara. Nilai dan jumlah barang yang disita disebut fantastis, memicu dugaan kuat adanya jaringan mafia terorganisir yang bermain di balik bisnis racun mematikan itu.

Sumber internal menyebutkan, sianida tersebut diduga bukan produk resmi, melainkan barang ilegal oplosan dari luar negeri yang dikemas ulang memakai merek terkenal demi mengelabui pasar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemasan terlihat asli, tapi isi diduga tidak sesuai standar. Kalau ini beredar bebas, dampaknya bisa mematikan,” ungkap sumber terpercaya.

Kasus ini sontak membuat publik Sulawesi Utara geger. Pasalnya, sianida dikenal sebagai zat berbahaya tingkat tinggi yang biasa digunakan dalam aktivitas tambang emas. Jika disalahgunakan atau diedarkan tanpa standar keamanan, dampaknya bisa menghancurkan lingkungan dan mengancam nyawa manusia.

Tak hanya membahayakan para penambang, dugaan peredaran sianida ilegal ini juga berpotensi mencemari sungai, sumber air bersih, lahan pertanian, hingga ekosistem masyarakat sekitar tambang.

Baca Juga:  GANNA Goes To School: Ipin Arifin Paparkan Bahaya Narkoba di SMAN 1 Majalaya

Yang lebih mengejutkan, nama seorang pengusaha berinisial “Sal” dari Kotamobagu ikut disebut-sebut dalam pusaran isu yang berkembang. Meski belum ada pernyataan resmi dari aparat, publik mulai mempertanyakan: siapa sebenarnya aktor besar di balik bisnis maut ini?

Desakan keras kini mengarah kepada aparat penegak hukum agar tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata. Warga meminta Polres Minahasa Tenggara bersama Polda Sulut membongkar habis jaringan mafia sianida ilegal, termasuk dugaan adanya “beking” kuat yang selama ini membuat bisnis berbahaya itu bisa bebas bergerak.

Publik juga mempertanyakan bagaimana ratusan karung bahan kimia berbahaya bisa lolos dan beredar tanpa terdeteksi lebih awal. Jika benar ada permainan terstruktur, maka ini bukan lagi kasus biasa, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat Sulawesi Utara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Minahasa Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap, asal barang, maupun identitas pihak yang telah diamankan. Namun satu hal yang pasti, kasus ini sudah menjadi sorotan panas publik dan berpotensi menyeret nama-nama besar lainnya.

Sulawesi Utara kini menunggu: apakah aparat benar-benar berani membongkar mafia racun tambang sampai ke akar-akarnya, atau kasus ini kembali tenggelam tanpa ujung..?

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru