‎Tuding Ada ‘Undue Delay’, AMHSM Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi KM Halsel Ekspres

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id ‎​JAKARTA
– Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Halmahera Selatan Menggugat (AMHSM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (29/04).

Mereka mendesak KPK melakukan supervisi dan mengambil alih penanganan skandal dugaan korupsi pengadaan kapal MV Halsel Expres 01 senilai Rp15 miliar.
‎​Kasus yang menyeret mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode berinisial MK dan A tersebut dinilai mengalami undue delay atau hambatan penanganan perkara yang berlarut-larut selama hampir 17 tahun.
‎
‎​Kebuntuan Hukum Pasca-Praperadilan
‎​Koordinator AMHSM, Brayen Lajame, menjelaskan bahwa aksi ini dipicu oleh stagnasi hukum pasca keluarnya Putusan Praperadilan Nomor: 01/Pid.PRA.TIPIKOR/2012/PN.Tte. Putusan tersebut secara inkrah menyatakan bahwa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tersangka MK dan A adalah tidak sah.
‎
‎​”Kami membawa mandat hukum dari PN Ternate yang memerintahkan penyidikan dilanjutkan. Namun, hingga saat ini penanganan perkara mengalami stagnasi tanpa alasan jelas. Kami menduga ada pengaruh kepentingan politik praktis yang membuat kasus ini ‘masuk angin’ di tingkat daerah,” tegas Brayen di sela-sela aksi.
‎
‎​​Dalam tuntutannya, AMHSM menekankan bahwa KPK memiliki legitimasi hukum yang kuat untuk mengintervensi kasus ini melalui dua landasan utama:
‎
‎​Pasal 10A UU No. 19 Tahun 2019: Mandat bagi KPK untuk melakukan supervisi guna mempercepat penanganan perkara yang terindikasi berlarut-larut.
‎
‎​Pasal 9 Perpres No. 102 Tahun 2020: Kewenangan KPK untuk mengambil alih perkara jika terdapat hambatan birokrasi atau stagnasi penyelesaian.
‎
‎​”KPK harus hadir sebagai ‘wasit’ terakhir. Kami tidak akan membiarkan uang rakyat menguap begitu saja. Ini bukan sekadar masalah administrasi, tapi pengkhianatan sistemis terhadap kepercayaan publik,” tambah Brayen.
‎
‎​​Di depan Gedung Merah Putih, Brayen Lajame secara resmi membacakan empat tuntutan utama mereka:
‎​
‎1. Mendesak KPK melakukan supervisi atas dugaan korupsi KM Halsel Express yang telah mangkrak selama 17 tahun.
‎​
‎2. Mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa kembali seluruh pihak yang terlibat, termasuk tersangka MK dan A.
‎
‎3. Meminta KPK mengusut adanya dugaan praktik mafia hukum yang menghambat jalannya perkara ini.
‎​
‎4. Menuntut KPK menyelamatkan uang negara dan segera menyita aset hasil korupsi apabila tersangka terbukti bersalah.
‎
‎​AMHSM menegaskan akan melakukan eskalasi massa yang lebih besar jika tidak ada perkembangan nyata dari KPK dalam waktu 12 hari kerja ke depan.

Baca Juga:  Dedikasi Tanpa Batas: Lendeng Fast Rescue Ukir Prestasi dalam Misi Kemanusiaan

(Tim/Ival D)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru