PPN 12 Persen Dipungut di Warung Makan, Keliru Aturan dan Bisa Merugikan Konsumen

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Jakarta, 29 April 2026 – Seiring dengan berlakunya kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai menjadi 12 persen berdasarkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, muncul fenomena di lapangan di mana sejumlah tempat makan, termasuk warung sederhana, memungut biaya sebesar itu dan mencantumkannya sebagai PPN dalam bukti transaksi. Padahal, ketentuan perpajakan menjelaskan hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kesalahpahaman ini membuat banyak konsumen merasa kebingungan. Pasalnya, berdasarkan aturan yang ada, makanan dan minuman yang dijual di tempat makan apa pun bukan merupakan objek pengenaan PPN. Jenis pungutan yang seharusnya diberlakukan adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau yang lebih dikenal sebagai Pajak Restoran, yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Perbedaan keduanya sangat jelas. Pajak Restoran memiliki tarif paling tinggi 10 persen, dan hasil pemungutannya disetorkan ke kas daerah untuk digunakan guna pembangunan serta pelayanan di wilayah setempat. Sementara itu, PPN sebesar 12 persen yang disetorkan ke kas negara, hanya dikenakan untuk barang dan jasa tertentu saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2024, tarif PPN sebesar itu diberlakukan untuk barang dan layanan yang tergolong mewah, seperti pesawat terbang pribadi, kapal pesiar, serta tempat tinggal dengan nilai di atas 30 miliar rupiah. Sementara untuk usaha kecil seperti warung makan, umumnya belum terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak, sehingga tidak berwenang untuk memungut PPN sama sekali.

Baca Juga:  Mahasiswi Unpad Jadi Korban Begal di Jatinangor, Dilindas Motor Pelaku Usai Berusaha Kabur

Jika ada tempat usaha yang tetap memungut biaya dengan alasan PPN 12 persen, hal itu tidak hanya menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap peraturan, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen. Pasalnya, dana yang dipungut tersebut tidak akan disetorkan ke instansi berwenang, melainkan hanya masuk ke kas usaha secara tidak sah.

Praktik semacam ini juga berisiko menimbulkan masalah hukum bagi pelaku usaha. Pasalnya, tindakan memungut biaya tanpa dasar aturan yang jelas dapat digolongkan sebagai pungutan liar yang diancam dengan sanksi berat.

Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan cerdas dalam memeriksa rincian biaya yang tertera dalam bukti transaksi pembelian. Jika menemukan hal yang tidak sesuai, konsumen dapat menyampaikannya kepada pengelola tempat usaha secara sopan, atau melaporkannya ke instansi yang berwenang agar hal serupa tidak terulang kembali.

Bob Hariawan
Kepala Biro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru