Hati Warga Terdampak Bencana Berbunga, Jadup Aceh Singkil Cair, Data Tahap Berikutnya Diusulkan ‎

Berita449 Dilihat

Aceh Singkil kompas1.id
– Penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Singkil masih berlangsung hingga Rabu, 29 April 2026.

‎Sebagian besar bantuan jaminan hidup korban terdampak banjir Aceh Singkil sudah disalurkan, sisanya masih dalam proses.

‎Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Ali Hasmi Pohan, mengatakan distribusi bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban terdampak banjir disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

‎”Khusus Aceh Singkil dilakukan  di dua titik layanan. Calon penerima lain sedang proses, sebagian besar sudah selesai,” kata Ali Hasmi saat dihubungi.

‎Data Dinas Sosial mencatat sebanyak 605 kepala keluarga (KK) menjadi penerima bantuan. Rinciannya, 191 KK menerima melalui Kantor Pos Cabang Pembantu Rimo, sementara 414 KK lainnya disalurkan melalui Kantor Pos Cabang Pembantu Singkil.

‎Di tengah proses penyaluran itu, Dinas Sosial juga mulai menyiapkan usulan tahap berikutnya untuk di follow-up ke Kementerian Sosial.

‎Dikatakan, pada 13 April 2026, Dinsos  telah mengirim surat kepada 54 kepala desa untuk meminta data by name by address (BNBA) warga terdampak banjir dan longsor.

‎Menurut Ali Hasmi, pengumpulan data tersebut menjadi dasar pengajuan bantuan lanjutan ke pemerintah pusat. Ia menyebut Kementerian Sosial membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan tambahan penerima bantuan.

‎”Ini sesuai pembicaraan via telepon antara Bupati Aceh Singkil dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos. Kemensos mempersilakan kirim data usulan,” ujarnya.

‎Langkah ini diambil seiring masih adanya warga terdampak bencana yang belum terakomodasi dalam penyaluran tahap awal.

‎Pemerintah daerah menargetkan proses pendataan dan pengusulan dapat segera rampung agar bantuan berikutnya bisa segera dicairkan.

‎”Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewati atau tidak terdata, namun perlu diverifikasi agar tidak ada data ganda. Integritas data adalah kunci agar pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Singkil berjalan akseleratif, pasca bencana alam,” pungkasnya.

‎Reporter Sabri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *