KTA Bukan Mahkota, Karya adalah Harga Diri Pers

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Martabat pers tidak pernah ditentukan oleh selembar kartu anggota. Namun ironisnya, masih banyak yang mengukur kualitas seorang jurnalis dari KTA yang digantung di leher, bukan dari karya yang dihasilkan. Cara pandang ini keliru dan harus segera diluruskan.

Menjadi insan pers bukan soal legalitas semata, melainkan soal tanggung jawab. KTA hanyalah tanda administratif—siapa pun bisa memilikinya.

Tetapi tidak semua orang mampu menjalankan fungsi pers dengan integritas, keberanian, dan kejujuran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di situlah letak pembeda antara sekadar “mengaku wartawan” dan benar-benar menjadi jurnalis.

Martabat pers lahir dari karya. Dari berita yang akurat, dari tulisan yang berpihak pada kebenaran, dari liputan yang berani mengungkap fakta meski berisiko.

Bukan dari logo organisasi, bukan dari kartu identitas, dan bukan dari atribut yang dipamerkan. Tanpa karya yang bermutu, semua itu tidak lebih dari simbol kosong.

Di tengah derasnya arus informasi, label “wartawan” semakin mudah diklaim. Namun kepercayaan publik tidak bisa diperoleh dengan klaim, apalagi dengan membeli status.

Baca Juga:  Intervensi Harga Pangan Jelang HBKN 2026, Pemkab Way Kanan Salurkan Subsidi Komoditas Pokok

Kepercayaan hanya lahir dari konsistensi: menyajikan fakta, menjaga keseimbangan, dan tidak tunduk pada kepentingan tertentu.

Sejarah pers tidak mencatat siapa yang paling banyak memiliki kartu anggota, tetapi siapa yang berani menulis kebenaran.

Karya jurnalistik yang tajam dan jujur akan hidup lebih lama daripada identitas apa pun.

Ia menjadi bukti nyata bahwa pers hadir untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk menjaga akal sehat publik dan mengawal demokrasi.

Tugas itu menuntut lebih dari sekadar status—ia membutuhkan keberanian, disiplin, dan kepatuhan pada etika. Tanpa itu, pers kehilangan makna.

Sudah saatnya paradigma diubah. Berhenti membanggakan atribut, mulai membangun kualitas.

Karena pada akhirnya, yang membuat seorang jurnalis dihormati bukanlah apa yang ia miliki, tetapi apa yang ia hasilkan.

KTA bisa hilang, bisa kedaluwarsa. Tapi karya yang jujur akan tetap hidup—dan di situlah martabat pers menemukan maknanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA, Tujuh Sekolah Jalani Validasi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:51 WIB

**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak

Berita Terbaru