Receh yang Mengantar ke Tanah Suci: Kisah Penjual Es Puter Cirebon Berangkat Haji di Usia 62 Tahun

Berita, Daerah58 Dilihat

Cirebon, Jawa Barat,- KOMPAS1.id || tentang keteguhan yang tak banyak bicara, namun terus bekerja dalam diam. Ili (62), seorang penjual es puter keliling, membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari penghasilan besar, melainkan dari disiplin dan keyakinan yang tak goyah.

Sejak 2005, Ili menyusuri jalan demi jalan, menjajakan es puter dengan penghasilan yang sederhana.

banner 336x280

Dari hasil itu, ia menyisihkan uang setiap hari—bukan ratusan ribu, melainkan receh yang sering dianggap tak berarti: Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.

Namun di tangannya, nilai kecil itu berubah menjadi fondasi harapan.
Tak ada yang instan dalam perjalanannya.

Bertahun-tahun ia menabung, menahan keinginan, dan hidup dalam kesederhanaan. Ia memilih konsisten ketika banyak orang memilih menyerah.

Baginya, yang penting bukan seberapa besar yang disimpan, tetapi seberapa rutin ia melakukannya.

Komitmen itu akhirnya membuahkan langkah nyata. Pada 2012, Ili berhasil mendaftarkan diri untuk ibadah haji.

Sebuah pencapaian yang lahir dari kesabaran panjang. Namun, ia masih harus menunggu—menghadapi antrean yang menjadi bagian dari ujian berikutnya.

Waktu terus berjalan. Penantian yang tak sebentar itu dijalani dengan sabar, tanpa keluhan.

Hingga akhirnya, kabar yang dinanti datang juga—sebuah jawaban atas doa yang tak pernah putus.

Tahun 2026 menjadi titik puncak perjuangan itu. Ili bersama sang istri, Suwati, dipastikan masuk dalam kuota keberangkatan haji.

Rencananya, pasangan ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026, membawa serta kisah tentang kerja keras, kesabaran, dan keyakinan.

Kisah Ili adalah pengingat: mimpi sebesar apa pun bisa diraih, selama kita mau melangkah—meski dengan receh, asal tak pernah berhenti.(red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *