WASPADA MODUS PENIPUAN BARU: CUKUP UNDUH GAMBAR, DATA PRIBADI DAN SALDO BISA HILANG

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Kompas1.id

Pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp, terutama yang menggunakan perangkat sistem operasi Android, diminta untuk lebih berhati-hati. Dunia siber saat ini digemparkan dengan adanya modus penipuan baru yang terbilang halus, di mana pelaku kejahatan hanya memanfaatkan berkas gambar biasa untuk mencuri data bahkan menguras isi rekening korban. Bandung (26/04/2026)

Berbeda dengan modus sebelumnya yang sering kali meminta korban menginstal aplikasi tertentu atau mengakses tautan yang mencurigakan, cara yang digunakan kali ini memanfaatkan teknik yang disebut Steganography LSB atau Least Significant Bit. Teknik ini memungkinkan pelaku untuk menyisipkan kode perangkat lunak berbahaya atau malware ke bagian terkecil dari data penyusun sebuah gambar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara tampilan, gambar tersebut terlihat sama sekali normal—bisa berupa gambar lucu, foto barang dagangan, maupun tulisan-tulisan informasi. Namun ketika berkas tersebut diproses atau tersimpan di dalam perangkat, kode yang tersembunyi di dalamnya akan bekerja untuk mengakses dan mencuri berbagai data pribadi pemilik ponsel, termasuk informasi penting yang berkaitan dengan keuangan.

Menurut penjelasan, pengguna perangkat Android memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pengguna sistem operasi lain. Hal ini disebabkan oleh sifat sistemnya yang terbuka, sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjalankan program secara otomatis. Risiko ini menjadi semakin besar jika pengguna mengaktifkan fitur pengunduhan otomatis, di mana semua berkas yang masuk akan tersimpan dengan sendirinya tanpa persetujuan pengguna. Dalam waktu singkat setelah masuknya berkas berbahaya, pelaku dapat mengambil alih kendali perangkat dan melakukan pencurian dana.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Margaasih Laksanakan Sambang/DDS di Desa Mekarrahayu*

Meskipun ancaman ini terbilang berbahaya, masyarakat tidak perlu panik karena ada langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melindungi diri. Cara paling mendasar adalah dengan menonaktifkan fitur pengunduhan otomatis berkas media di dalam aplikasi WhatsApp. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka aplikasi WhatsApp
2. Pilih menu Setelan
3. Pilih bagian Penyimpanan dan Data
4. Temukan bagian Pengunduhan Otomatis Media
5. Matikan semua pilihan yang tersedia, baik untuk penggunaan data seluler, jaringan nirkabel, maupun saat berada di luar daerah asal, dengan mengubah pengaturannya menjadi tidak ada berkas yang diunduh otomatis.

Dengan cara ini, pengguna dapat memutuskan sendiri berkas mana yang aman untuk dibuka dan disimpan, serta berkas mana yang patut untuk diabaikan atau langsung dihapus.

Informasi ini kini sedang disebarluaskan melalui berbagai saluran komunikasi, dengan berbagai gaya penyampaian agar mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Beberapa bentuk pesan yang beredar antara lain yang bersifat mendesak, yang bertujuan menimbulkan rasa ingin tahu, maupun yang disampaikan secara langsung dan padat.

Pihak penyusun pesan juga menyarankan agar setiap penyebaran informasi ini disertai dengan gambar tangkapan layar yang menunjukkan cara melakukan pengaturan tersebut, sehingga masyarakat lebih mudah memahami dan mempraktikkannya. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan agar terhindar dari berbagai kejahatan di dunia maya.

Pewarta Bob Hariawan
Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru