Wabup Pesawaran Dorong Kolaborasi Penanggulangan TBC dan Malaria dalam Rapat Besar Inisiatif Lampung Sehat 2026

Berita, Daerah269 Dilihat

Pesawaran,- KOMPAS1.id || 23 April 2026 Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan malaria, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor.

banner 336x280

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Besar Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan ramah tamah serta penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, di Banyu Langit Cottage, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., Camat Gedong Tataan Darlis, S.E.,
perwakilan Dinas Kesehatan, Direktur Inisiatif Lampung Sehat Sudianto, Ketua ILS Kabupaten Pesawaran Maulana Fajrin, Finance Koordinator ILS Teo Rendra, serta para kader ILS se-Kabupaten Pesawaran.

Direktur ILS, Sudianto, menjelaskan bahwa Inisiatif Lampung Sehat merupakan organisasi nirlaba berbasis komunitas yang bergerak di bidang kesehatan, sosial, dan pendidikan.

“ILS aktif melakukan pendampingan, edukasi, investigasi kontak, serta penyuluhan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, TBC menjadi salah satu program prioritas yang saat ini telah berjalan cukup baik. Selain pembentukan Desa Siaga TBC, ILS juga menginisiasi program peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal melalui bantuan bedah rumah dari kementerian terkait bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.

“Selain TBC, isu stunting dan malaria juga menjadi perhatian kami dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” tambah Sudianto.

Dalam kesempatan tersebut, ILS juga memperkenalkan gerakan “Sayangi Bumi” yang bertujuan mengurangi penggunaan barang sekali pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menuturkan bahwa penanganan TBC dan malaria menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama di wilayah pesisir.

Kasus malaria yang cukup tinggi di wilayah pesisir salah satunya disebabkan oleh banyaknya tambak yang tidak dimanfaatkan dan terbengkalai. Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk dilakukan penertiban.

Wabup mengatakan bahwa upaya
penanggulangan TBC dan malaria tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat.

“Kami membutuhkan masukan, saran, dan kritik yang konstruktif sebagai bahan perbaikan ke depan. Penanganan TBC dan malaria harus dilakukan secara intens dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup juga mengungkapkan rencana pembangunan bank sampah melalui kerja sama dengan pihak swasta sebagai upaya mengurangi polusi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong program pembangunan rumah layak huni melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat guna mendukung lingkungan hidup yang sehat.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan sinergi dari semua pihak agar upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya.

Usai kegiatan diskusi dan ramah tamah, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperingati Hari Bumi Sedunia.

 

 

Sumber / dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *