Kemenangan Kelas Pekerja Tak Boleh Dikhianati: GMNI Garut Desak DPRD Segera Bentuk Perda PRT

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut kompas1.id —
Disahkannya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) dipandang sebagai kemenangan penting bagi kelas pekerja. Namun, kemenangan ini dinilai bisa menjadi sia-sia jika pemerintah daerah tidak segera bertindak.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Garut secara tegas mendesak DPRD Kabupaten Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut untuk tidak berdiam diri dan segera menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan pekerja rumah tangga.

Sekretaris DPC GMNI Garut, Luthfi Muchtar, menyebut bahwa lambannya respons daerah justru berpotensi mengkhianati semangat perlindungan terhadap kelas pekerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kemenangan kelas pekerja, tapi bisa berubah jadi pengkhianatan kalau DPRD dan pemerintah daerah hanya diam. Jangan tunggu tekanan besar baru bergerak,” tegas Luthfi.

Menurutnya, selama ini pekerja rumah tangga dibiarkan berada dalam kondisi kerja yang tidak layak—tanpa standar upah, jam kerja jelas, dan minim perlindungan hukum.

Baca Juga:  GAUNGKAN PATROLI MALAM, POLSEK MARGAASIH PASTIKAN WILAYAH TETAP AMAN DAN NYAMAN

“Kalau DPRD tidak segera mengambil inisiatif, maka patut dipertanyakan: keberpihakan mereka sebenarnya ke siapa? Kepada rakyat atau pada kenyamanan status quo?” lanjutnya.

GMNI menilai, alasan bahwa sektor rumah tangga adalah ranah privat tidak bisa lagi dijadikan dalih untuk menghindari tanggung jawab negara.

“Dalih ‘ranah privat’ itu sering dipakai untuk menutupi ketidakadilan. Padahal di dalamnya ada relasi kerja yang jelas. Negara tidak boleh pura-pura tidak tahu,” ujarnya.

GMNI juga menegaskan akan terus mengawal isu ini, termasuk membuka kemungkinan konsolidasi gerakan jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Kami tidak akan diam. Kalau DPRD dan pemerintah lamban, maka gerakan rakyat akan memaksa mereka untuk bergerak,” tutup Luthfi. (Ridickpuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru