Bandung Kompas1.id
Momen haru terjadi saat Leni, istri mendiang Agus Sutisna, berbicara melalui video call dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tangisnya pecah seketika setelah menerima santunan yang diberikan langsung oleh orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, Leni hanya mampu mengucapkan terima kasih singkat. Kesedihan yang masih membekas jelas terlihat, mengingat ia baru saja kehilangan suaminya yang meninggal dalam peristiwa tragis.
Agus Sutisna (52), satpam di SMAN 1 Banjaran, meninggal dunia setelah terseret arus deras Sungai Cibanjaran. Ia nekat terjun ke sungai demi menolong seorang siswi yang terpeleset, meski sebelumnya sempat diperingatkan agar tidak mengambil risiko.
Menurut penuturan Leni, saat itu Agus berada di pos satpam dekat jembatan bersama kepala sekolah. Namun begitu mendengar ada yang meminta tolong, ia langsung berlari dan melompat ke sungai tanpa ragu, mengabaikan peringatan karena rasa iba.
Dedi Mulyadi justru mengaku terharu dengan pengorbanan tersebut. Ia menilai tindakan Agus sebagai bentuk keberanian dan jiwa kemanusiaan yang sangat langka di masa sekarang.
“Tidak semua orang punya keberanian seperti Pak Agus. Itu sikap yang harus dihormati,” ujarnya. Ia bahkan mengaku belum tentu bisa melakukan hal serupa dalam kondisi yang sama.
Dalam percakapan itu, Dedi juga menanyakan masa depan Leni yang kini kehilangan tulang punggung keluarga. Mendengar rencana Leni untuk pindah ke dekat keluarganya, Dedi langsung membuat keputusan yang kembali membuat suasana haru.Ia berjanji akan mencarikan rumah layak agar Leni tidak lagi terbebani biaya kontrakan. Mendengar hal itu, tangis Leni kembali pecah, menandai betapa beratnya hidup yang kini harus ia jalani tanpa sang suami. ***
















