KEPERCAYAAN ADALAH KOMODITAS PALING MAHAL DI DUNIA PERBANKAN DAN SAYANGNYA,DI AEK NABARA,KEPERCAYAAN ITU BARU SAJA DIPULIHKAN DENGAN AIR MATA

Berita245 Dilihat

KOMPAS1.ID
​Tragedi di Brankas Negara: Saat Bank Menjadi Makam Bagi Harapan Umat
​Selama 45 tahun, umat Paroki Aek Nabara menyisihkan receh demi receh, peluh demi peluh, untuk sebuah masa depan yang mereka titipkan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Namun, dana sebesar Rp28 miliar yang terkumpul selama hampir setengah abad itu menguap begitu saja dalam waktu tujuh tahun di bawah sistem yang diklaim “aman dan terpercaya Kamis (16/04/2026)
.
​Ironi Sebuah Institusi
​Sangat elegan bagaimana sebuah bank besar bisa berargumen tentang “prosedur” dan “pelaku pribadi” ketika dana puluhan miliar raib dari sistem mereka. Namun, bagi Suster yang menjabat sebagai bendahara dan seluruh umat di Aek Nabara, ini bukan soal teknis perbankan; ini soal pengkhianatan moral.
​”Kepada siapa lagi kami percaya kalau bukan kepada bank untuk menyimpan uang? Maka tak pernah kubayangkan, ternyata banklah yang akan menghilangkan uang.”

​Kalimat di atas adalah tamparan keras bagi setiap bankir yang duduk di balik meja marmer mereka. Selama tujuh tahun, sistem pengawasan BNI seolah “tertidur” sementara pundi-pundi umat dikuras habis. Kehadiran pejabat bank (AHF) di tengah masyarakat bukan dipandang sebagai individu, melainkan representasi dari sebuah institusi negara. Ketika tanda tangan dipalsukan dan deposito bisa dicairkan tanpa kehadiran pemilik sah, di mana wajah profesionalisme yang selalu didengungkan itu?

banner 336x280

​Korban: Lebih dari Sekadar Angka
​Korban dalam kasus ini bukan sekadar angka di buku tabungan. Mereka adalah:
​Anak-anak yang terancam putus kuliah karena biaya pendidikan mereka menguap.
​Kepala keluarga yang sakit dan tak mampu berobat karena tabungan masa tua mereka hilang.
​Umat sederhana yang kini harus memikul beban moral atas hilangnya “napas” ekonomi komunitas mereka.

​Kejadian ini terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pihak BNI harus berhenti bersembunyi di balik tameng hukum yang kaku dan mulai melihat wajah-wajah manusia yang mereka hancurkan.
​Apakah kita masih bisa tidur nyenyak dengan menyimpan uang di bank—baik pemerintah maupun swasta—jika sistem mereka begitu rapuh hingga bisa dibobol oleh oknum internal selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi?

​Kembalikan uang umat. Karena yang hilang bukan hanya rupiah, tapi martabat perbankan nasional.
​Instansi Terkait:
​PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – sebagai pengawas lembaga keuangan.
​Kepolisian RI – sebagai penegak hukum atas dugaan tindak pidana perbankan.
​Lokasi Kejadian: Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Korban: Umat Paroki Aek Nabara (Dana dikelola oleh Credit Union/CU). BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *