Kompas1.id
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengungkap bahwa distribusi sempat terganggu karena kelangkaan bahan kemasan, bukan karena produksi minyaknya.
Menurut Nining Yuliastiani, pasokan Minyakita sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, keterlambatan distribusi membuat barang tidak cepat sampai ke pasar.
Dampaknya langsung terasa. Di beberapa wilayah, harga sedikit melonjak dan pasokan terlihat tersendat.
Kini, masalah kemasan disebut sudah teratasi dan distribusi mulai kembali lancar. Pemerintah juga menegaskan bahwa Minyakita tetap diprioritaskan untuk masyarakat menengah ke bawah, terutama di pasar tradisional.
Fakta ini justru membuka mata banyak pihak: krisis bukan selalu karena barangnya habis, tapi bisa karena hal kecil yang berdampak besar.
Pertanyaannya, apakah kejadian ini akan terulang lagi di kemudian hari?















