Berita, Daerah229 Dilihat

Bandung Kompas1 id
Ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terendam banjir hingga Minggu (12/4/2026). Banjir terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan Sungai Citarum, Cipalasari, dan Cigede meluap.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan banjir mulai menggenang sejak Sabtu (11/4/2026) malam. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 1,6 meter.

banner 336x280

“Iya banjir ini dari luapan sungai Citarum, Cipalasari dan Cigede. Air langsung merendam permukiman warga,” ujar Asep.

Ia menyebutkan banjir merendam tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, serta Kelurahan Pasawahan.

“Area paling parah terdampak banjir di Kampung Cilisung, dan Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot. Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata mencapai 120 sentimeter hingga 160 sentimeter,” katanya.

Selain itu, banjir juga merendam Kampung Kaum dan Babakan Sangkurang dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 100 sentimeter. Jalan Raya Dayeuhkolot turut terendam setinggi 50 hingga 100 sentimeter sehingga mengganggu akses transportasi.

“Jalan Raya Dayeuhkolot juga terendam sekitar 50 sentimeter hingga 100 sentimeter,” jelasnya.

Di Desa Dayeuhkolot, sebanyak 4.800 kepala keluarga atau sekitar 14.400 jiwa terdampak. Sejumlah warga memilih mengungsi ke shelter yang telah disediakan.

“Sebanyak 14 kepala keluarga dan 38 jiwa mengungsi. Jumlah itu 21 orang dewasa, 2 anak-anak, 5 lansia, 1 orang disabilitas, 4 anak SD, 4 anak SMP, dan 1 anak SMA,” ucapnya.

Sementara di Desa Citeureup, banjir merendam wilayah RW 1 hingga RW 8, RW 10, serta RW 13 hingga RW 17 dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 sentimeter.

“Di Desa Citeureup totalnya sebanyak 426 kepala keluarga dan sebanyak 1.288 jiwa terdampak banjir,” ungkapnya.

Sebanyak 17 kepala keluarga atau 51 jiwa mengungsi di Masjid Annur. “Dari jumlah tersebut terdiri dari 36 orang dewasa, 5 orang lansia, 8 orang balita, 1 bayi, 2 orang ibu menyusui, 1 orang disabilitas, 5 orang anak SD, 2 orang anak SMP,” jelas Asep.

Di Desa Cangkuang Wetan, banjir merendam Kampung Cibedug Hilir RW 1 dan Kampung Cibedug Girang RW 2 dengan ketinggian air 70 sentimeter hingga 1,3 meter.

“Kalau di Desa Cangkuang Wetan totalnya sebanyak 575 kepala keluarga dan sebanyak 1.725 jiwa terdampak banjir,” kata Asep.

Sedangkan di Kelurahan Pasawahan, banjir merendam Kampung Palasari di RW 2 dan RW 3 dengan ketinggian air 30 hingga 40 sentimeter.

“Jumlah kepala keluarga yang terdampak di Kelurahan Pasawahan sebanyak 86 dan sebanyak 258 jiwa,” bebernya.

Saat ini, sejumlah akses jalan terputus akibat genangan banjir. Petugas masih melakukan pendataan dan siaga di lokasi untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Kebutuhan mendesak saat ini makanan siap saji, selimut, sembako, alat kebersihan, troli, dan karung,” pungkasnya. ***

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *