​DEDI MULYADI MENAMPAR LOGIKA BUMN: “Yang Buntung Dipikul Negara, Yang Untung Dinikmati Siapa?”

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
​JAKARTA 12 April 2026 – Sebuah pernyataan Dedi Mulyadi kembali viral dan memicu perdebatan hangat di ruang publik. Dengan nada bicara yang tegas dan penuh tekanan emosional, tokoh yang dikenal vokal ini memberikan kritik tajam terhadap pola manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Daerah (BUMD) yang dianggapnya keluar dari jalur logika ekonomi yang sehat.

​Kritik tersebut bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah kegelisahan mendalam mengenai nasib aset bangsa yang justru sering kali berakhir menjadi beban bagi kas negara.
​Paradoks Pengelolaan Aset Negara
​Dedi Mulyadi menyoroti sebuah fenomena.

“ajaib” namun tragis yang sering terjadi di Indonesia: negara seolah-olah menjadi penampung kegagalan. Ia menekankan bahwa dalam banyak kasus, sektor-sektor yang memiliki potensi keuntungan besar sering kali dilepaskan atau dikelola dengan cara yang tidak transparan, sementara sektor yang sudah jelas merugi justru dipaksakan untuk dikelola oleh negara.
​”Jangan sampai yang buntung dikelola negara, sementara yang untung dikasih ke orang lain,” ujar Dedi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

dalam kutipan yang menjadi sorotan utama.
​Argumen ini menyentil kebijakan penyuntikan dana atau Penyertaan Modal Negara (PMN) yang terus-menerus mengalir ke perusahaan yang tidak kunjung sehat. Alih-alih memberikan deviden bagi kesejahteraan rakyat, perusahaan-perusahaan ini justru menjadi “lubang hitam” yang menyedot APBN.
​Kritik Terhadap Kompetensi dan

“Kebodohan” Birokrasi
​Salah satu momen paling menonjol dalam narasi tersebut adalah ketika Dedi dengan lantang menyebut adanya “kebodohan yang luar biasa” dalam sistem birokrasi pengelolaan ekonomi. Ia menyoroti bagaimana keputusan diambil tanpa perhitungan matang, yang akhirnya berujung pada tumpukan utang.
​Dedi menekankan bahwa masalah utama sering kali terletak pada personil. Konsep “The Right Man on the Right Place” tampak hanya menjadi slogan tanpa realisasi. Penempatan jabatan berdasarkan kedekatan politik atau balas budi, menurutnya, adalah akar dari hancurnya profesionalisme di tubuh BUMN/BUMD.
​Beban Utang: Warisan untuk Generasi Mendatang.

Baca Juga:  Pelatihan K9 DAFA AK9 Digelar di Halaman Gedung Pendopo Kab. Garut

​Yang paling mengkhawatirkan dari salah urus ini adalah dampaknya terhadap struktur utang negara. Dedi mengingatkan bahwa setiap rupiah utang yang diambil untuk menambal kebocoran manajemen hari ini, akan menjadi beban berat bagi anak cucu di masa depan.
​Logika sederhana yang ia tawarkan adalah: jika sebuah perusahaan terus-menerus rugi dan harus disubsidi tanpa ada perbaikan model bisnis, maka pengelola tersebut telah gagal secara moral dan intelektual.
Sebuah Panggilan untuk Transformasi
​Narasi yang dilemparkan Dedi Mulyadi adalah cermin retak dari wajah pengelolaan aset kita.

​Audit Total: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas PMN.
​Profesionalisme Murni: Menjauhkan intervensi politik dari kursi direksi BUMN/BUMD.
​Transparansi Publik: Masyarakat berhak tahu mengapa aset yang seharusnya menguntungkan justru terus-menerus mencatatkan raport merah.
​Pesan tegas dari Dedi tersebut sangat jelas: mengelola negara tidak bisa hanya dengan “kepintaran” di atas kertas, tapi harus dibarengi dengan logika ekonomi yang jujur dan keberpihakan penuh pada kepentingan rakyat. Jika tidak, kita hanya sedang mewariskan tumpukan utang dalam bungkus “pembangunan”.
​Bob Hariawan. Kabiro kota Bandun

Satu tanggapan untuk “​DEDI MULYADI MENAMPAR LOGIKA BUMN: “Yang Buntung Dipikul Negara, Yang Untung Dinikmati Siapa?””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru