Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi: “Kalau Bisa Bangun Kalbar dengan Rp6 Triliun, Saya Cium Lututnya”

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melontarkan pernyataan menantang kepada Dedi Mulyadi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Sintang, Kamis (9/4/2026).

Dalam pernyataannya, Krisantus secara terbuka menantang Dedi untuk membuktikan kemampuan membangun Kalimantan Barat dengan keterbatasan anggaran daerah.

“Silakan saja kalau mau, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Tapi bangun Kalbar pakai APBD Rp6 triliun. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan keras itu muncul sebagai respons atas video viral di TikTok yang menampilkan keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di Kalimantan Barat.

Dalam video tersebut, seorang anak bahkan membandingkan kinerja gubernur setempat dengan Dedi Mulyadi.

Menanggapi hal itu, Krisantus menilai perbandingan tersebut tidak relevan dan berpotensi menyesatkan publik.

Ia menegaskan adanya perbedaan fundamental antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat, terutama dari sisi luas wilayah dan kapasitas anggaran.

Jawa Barat, kata dia, memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun.

Baca Juga:  Wamendagri Sidak Mendadak: Bandar Lampung Disiapkan Jadi Role Model Transformasi Kerja ASN

Sementara Kalimantan Barat jauh lebih luas, sekitar 171 ribu kilometer persegi, namun hanya ditopang anggaran Rp6 triliun.

“Semakin luas wilayah, semakin besar biaya pembangunan. Jalan lebih panjang, jaringan listrik lebih luas. Jangan sampai masyarakat gagal paham,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tekanan anggaran daerah yang semakin terbatas akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Meski begitu, pemerintah provinsi, lanjutnya, tetap berupaya mempercepat perbaikan infrastruktur, termasuk di wilayah Sintang.

Terkait jalan rusak di kawasan Bedayan yang sempat viral, Krisantus memastikan penanganan sudah berjalan.

Alat berat telah diturunkan untuk mempercepat perbaikan di lapangan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota.

“Ketidakberhasilan kabupaten/kota juga merupakan ketidakberhasilan pemerintah provinsi,” katanya.

Pernyataan ini pun langsung menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.

 

Sumber: viva co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru