Indonesia dalam Kepungan Siber: Ketika Dunia Digital Menjadi Ladang Serangan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Di tengah era ketika batas fisik dan digital perlahan menghilang, keamanan data bukan lagi sekadar opsi—melainkan garis pertahanan terakhir.

Paparan terbaru dari Defri Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia, menghadirkan cermin yang harus dihadapi masyarakat digital Indonesia: negeri ini sedang menjadi target empuk gelombang serangan siber berskala masif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat hampir 15 juta serangan berbasis web. Jika dipetakan secara periodik, artinya ada satu juta upaya peretasan setiap bulan. Namun ancaman terbesar justru berada lebih dekat dari yang dibayangkan.

Serangan yang langsung menembus perangkat (on-device) mencapai 39,7 juta insiden, menandakan bahwa musuh kini beroperasi langsung di dalam kantong, tas, dan genggaman kita.

Ponsel: Pusat Hidup, Benteng Rapuh Ada ironi pahit dalam gaya hidup digital hari ini. Ponsel pintar telah menjelma menjadi pusat seluruh aktivitas manusia—mulai dari korespondensi bisnis, penyimpanan dokumen sensitif, hingga transaksi finansial yang menyangkut privasi.

Namun tingkat kesadaran untuk membekali perangkat pribadi ini dengan perlindungan dasar seperti antivirus justru tertinggal jauh dibanding laptop atau PC.

Baca Juga:  *ANTISIPASI BENTROK MATEL DAN OJOL POLSEK MARGAASIH PATROLI DI WILAYAH NYA*

Ketimpangan ini menciptakan celah besar. Mobilitas tinggi ponsel membuatnya kerap tersambung ke jaringan tak aman, mengunduh file tanpa verifikasi, dan terekspos pada aplikasi berbahaya. Setiap aktivitas kasual dapat menjadi pintu masuk ancaman.

Rantai Pasok: Titik Lemah Baru Dunia Korporasi Sektor perusahaan pun berada dalam posisi rentan. Kaspersky mencatat 1 dari 5 perusahaan di Indonesia menjadi korban serangan rantai pasok (supply chain attack) sepanjang 2025.

Tren yang paling mengkhawatirkan adalah metode trusted relationship—menyumbang 22% dari seluruh serangan. Dalam teknik ini, penjahat siber menyusup melalui celah hubungan kepercayaan antara organisasi dan mitra pihak ketiga untuk menembus sistem inti.

Ketika rantai kepercayaan retak, seluruh ekosistem turut limbung. Peringatan Keras bagi Semua Pengguna Laporan ini menegaskan satu hal: kecanggihan teknologi tak ada artinya tanpa kesiapan mitigasi.

Membiarkan perangkat tak terlindungi di tengah puluhan juta ancaman bukan sekadar kelalaian—melainkan menyerahkan integritas data dan privasi kepada risiko yang dapat berakibat fatal.

 

Reporter: Bob Hariawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru