​Ironi Angka di Meja Parlemen: Menakar Profesionalisme Pengelolaan Anggaran Sektor Pariwisata

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kompqs1.id
​Transparansi dan akurasi data bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dari kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun, pemandangan yang tersaji dalam rapat dengar pendapat di parlemen baru-baru ini menyisakan tanda tanya besar mengenai sejauh mana profesionalisme pengelolaan anggaran di tubuh Kementerian Pariwisata kita saat ini

​Kejadian bermula ketika selisih angka anggaran menjadi sorotan tajam para anggota dewan. Alih-alih mendapatkan jawaban yang presisi, publik justru disuguhkan dengan kegamangan koordinasi antarpejabat terkait. Istilah “sekitar” yang terlontar dalam penyebutan angka miliaran rupiah tentu bukan hal yang lazim, apalagi elegan, dalam sebuah forum resmi yang membahas uang rakyat.
​Ketidaksinkronan data antara paparan tertulis dengan penjelasan lisan, ditambah lagi status anggaran yang disebut masih

“terblokir” namun tercantum sebagai dana “siap guna”, menunjukkan adanya celah komunikasi internal yang cukup lebar. Dalam tata kelola pemerintahan yang modern, presisi adalah harga mati. Satu digit kesalahan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan soal nasib program-program strategis yang seharusnya memajukan sektor pariwisata nasional.
​Publik kini menanti, apakah insiden ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran kementerian untuk berbenah,

ataukah hanya akan dianggap sebagai angin lalu dalam birokrasi? Pariwisata Indonesia sedang berjuang untuk bangkit dan bersaing di kancah global; perjuangan tersebut tentu membutuhkan nakhoda yang tidak hanya visioner, tetapi juga disiplin dalam hal manajerial dan akuntabilitas.
​Sudah saatnya setiap sen anggaran dikelola dengan ketelitian tinggi. Karena pada akhirnya, kualitas sebuah kebijakan tercermin dari seberapa rapi dan jujur data yang disajikan di meja parlemen. Jangan sampai ketidakjelasan angka-angka ini justru mengaburkan potensi besar pariwisata yang sedang kita bangun bersama.
​Bob Hariawan Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nama Alamsjah Ratu Perwiranegara Diabadikan, Bupati Lampung Utara: Penghormatan untuk Putra Terbaik Lampung
BATU PALAWANGAN DI GUNUNG LALAKON, JEJAK MEGALITIKUM YANG JADI DESTINASI BARU
Pasar Murah hingga Job Fair, Pemkab Lampung Utara Dorong Ekonomi dan Buka Akses Kerja bagi Masyarakat
Polsek Silat Hilir Klarifikasi Dugaan Setoran PETI, Warga Tegaskan Tidak Pernah Alami Pungutan Liar
Resmikan TK Negeri Kertasari, Bupati Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Usia Dini
Gubernur Lampung Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara, Dorong Jadi Rujukan Kesehatan di Sumatera Bagian Selatan
Diduga Curi Uang Rp17 Juta, Seorang Pemuda Ditangkap Polsek Banjit di Bandar Lampung
Polres Way Kanan Ringkus Pelaku Curat HP Menggunakan Bambu di Baradatu
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Nama Alamsjah Ratu Perwiranegara Diabadikan, Bupati Lampung Utara: Penghormatan untuk Putra Terbaik Lampung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:11 WIB

BATU PALAWANGAN DI GUNUNG LALAKON, JEJAK MEGALITIKUM YANG JADI DESTINASI BARU

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Pasar Murah hingga Job Fair, Pemkab Lampung Utara Dorong Ekonomi dan Buka Akses Kerja bagi Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Polsek Silat Hilir Klarifikasi Dugaan Setoran PETI, Warga Tegaskan Tidak Pernah Alami Pungutan Liar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Gubernur Lampung Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara, Dorong Jadi Rujukan Kesehatan di Sumatera Bagian Selatan

Berita Terbaru