Suasana Aceh Singkil Mulai Mendidih Pihak Korporasi di Nilai Kebal Hukum

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
Suasana Sosial Politik di Kabupaten Aceh Singkil mulai mendidih. Gelombang perlawanan terhadap korporasi yang dinilai kebal aturan kini mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada raksasa perkebunan PT Socfindo Lae Butar.

‎Ketua Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil (SOMPAS), Yunus, secara frontal mendesak Bupati Aceh Singkil untuk menunjukkan taringnya. Ia meminta pemerintah daerah tidak berkompromi dan segera menolak perpanjangan serta pembaruan izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut.

‎Bukan tanpa alasan, Yunus menilai PT Socfindo telah lama memunggungi aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Poin krusial yang menjadi pemantik amarah adalah kewajiban realisasi kebun plasma yang hingga kini dinilai hanya menjadi janji manis di atas kertas.

‎”Kita mendesak Bupati segera mengambil sikap tegas. PT Socfindo sudah berkali-kali mengurus perpanjangan HGU, namun hasilnya mereka tetap tidak taat aturan hukum, terutama soal realisasi plasma. Padahal, ini adalah kewajiban mutlak yang diatur dalam Undang-Undang!” tegas Yunus dengan nada bicara lugas.

‎Perlawanan ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Yunus mengirimkan sinyal peringatan keras ke ibu kota:
‎Menteri ATR/BPN: Diminta memberikan teguran keras dan tidak ragu mencabut izin operasional jika perusahaan tetap membandel.

‎Presiden RI Prabowo Subianto Diminta turun tangan memberikan sanksi tegas kepada korporasi yang diduga merasa kebal hukum di tanah Aceh.

‎”Jangan sampai ada korporasi yang merasa lebih tinggi dari aturan negara di atas tanah Aceh Singkil,” tambahnya.

‎Menutup pernyataannya, Yunus membakar semangat elemen sipil mulai dari mahasiswa, pemuda, hingga anggota DPRK Aceh Singkil untuk bergerak dalam satu barisan. Ia menyerukan tiga poin utama aksi,

‎Bersatu Merapatkan barisan demi marwah daerah.

‎Turun ke Jalan, Menyuarakan hak rakyat yang diduga telah lama dikebiri.

‎Rebut Hak, Memastikan kekayaan alam Aceh Singkil dinikmati masyarakat lokal, bukan sekadar memperkaya segelintir pengusaha.

‎”Kita harus bersatu mengambil apa yang semestinya menjadi milik kita. Jangan sampai kita hanya dijadikan penonton di negeri sendiri, di atas tanah Bumi Syekh Abdurrauf ini,” pungkas Yunus.

‎Wartawan telah berupaya menghubungi manajemen PT Socfindo guna memberikan ruang klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan masih bungkam dan upaya verifikasi menemui jalan buntu.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  TNI Gunakan Trolli Gantung bawa Material Jembatan Perintis Garuda di Abung Pekurun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB