Hujan Deras di Sertai Angin Kencang Mengakibat kan Pohon Tumbang dan Menimpa Mobil

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG Kompas 1.id
Langit sore tadi tidak hanya menurunkan hujan deras, tetapi juga kecemasan yang nyata bagi warga kota. Di balik riuh suara air yang menghujam aspal, dentum keras batang-batang pohon yang tumbang menjadi pengingat bahwa infrastruktur hijau kita sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
​Kronologi Keadaan senin (06/04/2024)

​Cuaca ekstrem yang melanda sejak siang tadi mengakibatkan sejumlah pohon peneduh di beberapa titik vital kota tumbang. Foto-foto yang beredar memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati:
​Kerugian Material: Beberapa unit kendaraan roda empat ringsek tertimpa dahan raksasa.
​Lumpuhnya Akses: Arus lalu lintas mengalami kemacetan total akibat batang pohon yang melintang di badan jalan, memaksa warga berjibaku dengan hujan dan ketidakpastian.
​Upaya Evakuasi: Petugas dari Dinas terkait tampak berada di lapangan untuk melakukan pemotongan dahan, namun bagi banyak pihak, langkah ini terasa seperti pengobatan saat luka sudah terlanjur dalam.

​Antara Bencana Alam dan Kelalaian Mitigasi
​Insiden ini memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat. Media sosial riuh dengan suara warga yang mempertanyakan sejauh mana mitigasi dan evaluasi dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Tata Kota.
​Ada sebuah sentimen kuat yang tumbuh di masyarakat: “Penanganan setelah tumbang bukanlah prestasi, melainkan kewajiban standar.” Warga menuntut aksi yang lebih cerdas dan proaktif—bukan sekadar reaktif. Pohon-pohon tua yang mulai rapuh seharusnya sudah didata dan dipangkas secara berkala sebelum musim penghujan mencapai puncaknya, bukan dibiarkan menjadi ancaman nyawa di atas kepala para pengendara

​”Kerja cerdas itu adalah mencegah sebelum jatuh korban, bukan hanya sibuk memotong dahan saat mobil warga sudah ringsek.” > — Suara Netizen
​Menanti Langkah Nyata Otoritas
​Kini, bola panas ada di tangan pemangku kebijakan. Koordinasi antar lini—mulai dari tingkat dinas hingga instruksi langsung dari pimpinan kota—menjadi krusial. Publik tidak lagi membutuhkan retorika mengenai “cuaca ekstrem” sebagai alasan utama, karena cuaca adalah variabel yang tak pasti, namun perawatan pohon adalah variabel yang bisa dikendalikan.

sore tadi adalah sebuah peringatan. Kita mencintai hijaunya kota ini, namun kita tidak ingin kehijauan itu berubah menjadi ancaman saat pulang ke rumah. Mari kita nantikan, apakah evaluasi yang diminta warga akan membuahkan kebijakan nyata, atau kita hanya perlu menunggu hujan berikutnya untuk melihat drama yang sama terulang kembali.
​Bob Hariawan Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB