Kompas1.id
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap sektor riil maupun industri jasa keuangan di wilayah tersebut.
Menurutnya, meski konflik sudah berlangsung beberapa minggu, aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan normal. Dunia usaha tetap bergerak dan pertumbuhan ekonomi masih terjaga.
Kekhawatiran soal lonjakan harga BBM juga belum terbukti. Di lapangan, tidak terlihat antrean panjang di SPBU, menandakan distribusi dan pasokan energi masih aman.
Selain itu, Indonesia dinilai cukup beruntung karena tidak sepenuhnya bergantung pada jalur konflik seperti Selat Hormuz untuk impor energi.
Dari sektor perbankan, kinerja juga masih stabil dengan pertumbuhan kredit yang tetap positif. Hal ini menunjukkan kondisi keuangan nasional dan daerah masih dalam kategori aman.
Meski demikian, OJK tetap melakukan pemantauan ketat, terutama terkait potensi dampak lanjutan terhadap investasi dan ekspor.
Situasi ini menjadi sorotan karena di saat banyak negara mulai terdampak konflik global, Jawa Barat justru masih bertahan dengan kondisi ekonomi yang stabil.***















