Fenomena Alam atau Gempa Bumi, Kembali Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara *BMKG:* Warga Tetap Waspada.!

Berita289 Dilihat

Kompas1.id
Maluku Utara — 2 April 2026. Fenomena alam (Gempa Bumi) yang cukup mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara terkonfirmasi dalam sumber-sumber yang tersedia, di mana gempa tektonik bermagnitudo 7,6 (setelah dimutakhirkan dari analisis awal 7,3) memang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis, 2 April 2026, pukul 05.48 WIB atau 07.48 WIT.

Berikut adalah rincian mendalam berdasarkan sumber terkait dampak dan peringatan yang dikeluarkan:

banner 336x280

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa terletak di laut pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, tepatnya sekitar 129 kilometer Tenggara Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Lokasi episenter ini berada di sekitar wilayah Pulau Mayau, Batang Dua.

Guncangan gempa ini dirasakan sangat kuat hingga ke wilayah Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate, dengan skala intensitas mencapai V hingga VI MMI (Modified Mercalli Intensity).

Kepanikan Warga Di Ternate, getaran yang berlangsung beberapa detik membuat bangunan bergoyang dan warga berhamburan keluar rumah menuju area terbuka untuk menyelamatkan diri.

Beberapa Rumah warga, Rumah ibadah serta fasilitas umum pun ikut terdampak. Meski laporan awal dari otoritas masih dalam tahap pendataan, guncangan pada skala VI MMI berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Dalam peristiwa ini, Ada potensi gempa susulan dan Tsunami. BMKG segera merilis Peringatan Dini Tsunami dengan status Siaga dan Waspada untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

1. Wilayah Maluku Utara (Estimasi Kedatangan Gelombang):

–Kota Ternate: Prediksi kedatangan gelombang pertama pada pukul 05.53 WIB.

–Halmahera: Estimasi pada pukul 05.54 WIB.

–Kota Tidore Kepulauan: Estimasi pada pukul 05.56 WIB.

2. Wilayah Sulawesi Utara:

–Kota Bitung: Berstatus Siaga dengan estimasi gelombang tiba pada pukul 06.12 WIB.

–Minahasa: Wilayah Minahasa bagian Selatan dan Minahasa Utara bagian Selatan juga masuk dalam radar ancaman dengan estimasi waktu tiba antara 06.17 hingga 06.18 WIB.

Peringatan Internasional dan Instruksi Keselamatan. Selain BMKG, lembaga internasional seperti USGS dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) juga mengeluarkan peringatan serupa. Mereka menyebutkan adanya potensi gelombang tsunami berbahaya dalam radius 1.000 km dari pusat gempa yang meliputi pesisir Indonesia, Filipina, hingga Malaysia.

Dari Informasi ini, Warga diharapkan jangan panik dan tetap waspada sambil mengikuti arahan dari BMKG dan Pemerintah setempat.

(Noval/Dj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *