Tanggul Pabean Diperbaiki, 254 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Pekalonga kompas1.id
Upaya penanganan darurat akibat jebolnya tanggul di wilayah Pabean, Kota Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Tanggul sisi timur Sungai Bremi yang sebelumnya jebol kini telah berhasil diperbaiki dan tinggal tahap perapian. Meski demikian, ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi genangan air benar-benar surut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin pagi (30/3/2026), menyampaikan bahwa, hingga Minggu (29/3/2026) pukul 17.30 WIB, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat sebanyak 254 jiwa atau 87 Kepala Keluarga (KK).

“Alhamdulillah tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal dirapikan saja. Mudah-mudahan tidak jebol lagi. Saat ini kita tinggal menunggu surutnya air di wilayah Pasirsari dengan bantuan pompa air,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun rincian pengungsi tersebar di beberapa titik, yakni di eks Aula Kelurahan Kraton Kidul sebanyak 116 jiwa (43 KK), Aula Kelurahan Pasirkratonkramat 79 jiwa (29 KK), TPQ Madinatul Ulum 50 jiwa (12 KK), serta Aula Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 9 jiwa (3 KK). Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Budi menjelaskan, masyarakat mulai mengungsi sejak Jumat, 27 Maret 2026, menyusul meningkatnya debit air yang menggenangi permukiman warga di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat.

Berdasarkan kronologis kejadian, tanggul sisi timur Sungai Bremi yang berada di wilayah Pabean jebol pada Kamis, 26 Maret 2026. Tanggul tersebut mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 15 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi daratan di sekitar kawasan tersebut, meskipun saat itu kondisi cuaca dilaporkan cerah tanpa hujan.

Keesokan harinya, Jumat (27/3/2026), air limpasan Sungai Bremi mulai masuk ke permukiman warga di sepanjang Jalan Sutan Syahrir, tepatnya di wilayah RW 3 hingga RW 7 Pasirsari. Ketinggian air awalnya berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter, namun kemudian meningkat hingga 30–50 sentimeter akibat tambahan gelombang pasang. Kondisi tersebut memaksa petugas bersama relawan melakukan evakuasi warga ke tempat pengungsian yang telah disiapkan.

Baca Juga:  Jamin Keamanan Ramadan dan Lebaran 2026, Polres Pekalongan Kota Ungkap Belasan Kasus Narkoba dan Musnahkan Ribuan Miras

“Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kota Pekalongan bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, serta asesmen dampak genangan banjir. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan guna mengoptimalkan penanganan darurat secara terpadu,”terangnya.

Lanjut Budi menambahkan, Pemerintah bersama TNI, Polri, OPD terkait, serta relawan juga mengaktifkan posko kebencanaan, menyediakan layanan data dan informasi, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk logistik dan layanan kesehatan.

Upaya teknis di lapangan juga terus dilakukan, seperti penutupan tanggul yang rusak menggunakan sandbag dan trucuk bambu, peninggian tanggul di titik rawan limpasan, serta optimalisasi pompa air sejak Kamis malam (26/3/2026). Langkah ini dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat Pabean dan Pasirsari serta dukungan dari berbagai instansi terkait.

“Seluruh sumber daya terus kami optimalkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Penanganan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, swasta, masyarakat hingga organisasi relawan kebencanaan,” tambah Budi.

Hingga saat ini, kondisi di lapangan berangsur membaik, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi genangan masih ada.

” Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama, sembari berharap kondisi segera pulih dan warga dapat kembali ke rumah ,” pungjasnya

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Eks Wabup Hingga Pejabat RSUD, Kasus Korupsi Fadia Arafiq Makin Melebar!
Pengelola Perkuat Layanan dan Keamanan, Wisata Pantai Wonokerto Tetap Ramah Pengunjung dengan Tiket Terjangkau
Wali Kota Aaf: ASN Harus Jadi Pelopor, dari Pengelolaan Sampah hingga Cegah Balon Udara Liar
Anggota Polres Pekalongan Gugur Saat Bertugas dalam Pengamanan rangkaian Hari Raya Idul Fitri 2026
Gandeng BRI, Lapas Pekalongan Bekali Pegawai dengan Pelatihan Service Excelle
Jamin Keamanan Ramadan dan Lebaran 2026, Polres Pekalongan Kota Ungkap Belasan Kasus Narkoba dan Musnahkan Ribuan Miras
Cegah Campak Sejak Dini, Dinkes Kota Pekalongan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi MR Anak
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, Dishub Kota Pekalongan Optimalkan 27 Traffic Light dan Sistem ATCS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:03 WIB

KPK Periksa Eks Wabup Hingga Pejabat RSUD, Kasus Korupsi Fadia Arafiq Makin Melebar!

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:33 WIB

Tanggul Pabean Diperbaiki, 254 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:35 WIB

Pengelola Perkuat Layanan dan Keamanan, Wisata Pantai Wonokerto Tetap Ramah Pengunjung dengan Tiket Terjangkau

Rabu, 25 Maret 2026 - 06:39 WIB

Wali Kota Aaf: ASN Harus Jadi Pelopor, dari Pengelolaan Sampah hingga Cegah Balon Udara Liar

Selasa, 24 Maret 2026 - 01:49 WIB

Anggota Polres Pekalongan Gugur Saat Bertugas dalam Pengamanan rangkaian Hari Raya Idul Fitri 2026

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB