Solidaritas Dayak Menggema: Sintang Jadi Panggung Seruan Kedaulatan Adat

Berita, Daerah408 Dilihat

Sintang – KOMPAS1.id || Semangat kebersamaan terasa kuat dalam aksi masyarakat Dayak yang digelar di Sintang, Kalimantan Barat. Puluhan warga tampak berkumpul mengelilingi sebuah kendaraan terbuka yang dijadikan panggung orasi—tempat para tokoh menyuarakan aspirasi mereka dengan penuh keyakinan.

Dengan mengenakan atribut khas seperti ikat kepala dan pakaian bernuansa merah, massa menunjukkan identitas budaya yang teguh sekaligus simbol persatuan.

banner 336x280

Aksi ini menjadi potret nyata menguatnya solidaritas masyarakat adat dalam memperjuangkan hak serta martabat di tanah leluhur mereka.

Dalam orasi yang disampaikan, para tokoh menegaskan bahwa masyarakat Dayak tidak lagi ingin dipandang sebelah mata.Tantangan yang mereka hadapi kini bukan lagi kolonialisme asing seperti pada masa penjajahan Belanda atau Jepang, melainkan bentuk tekanan baru yang datang melalui kekuatan ekonomi modern.

“Dulu kita dijajah bangsa asing. Sekarang kita menghadapi penjajahan baru. Kita tidak ingin hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kita ingin menjadi tuan di negeri kita sendiri,” tegas salah satu orator di hadapan massa.

Seruan itu juga ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah adat agar lebih menghormati hak-hak masyarakat Dayak serta memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari setiap aktivitas. Mereka berharap adanya keadilan dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Aksi ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat Dayak untuk tetap bersatu dan tidak terpecah. Persatuan dianggap sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, maupun budaya di masa mendatang.

Para tokoh adat turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta warisan leluhur. Tanah adat, ditegaskan mereka, bukan sekadar wilayah, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Dayak yang harus dilindungi bersama.

Dengan semangat persatuan yang menggema di Sintang, masyarakat Dayak menunjukkan kesiapan untuk berdiri tegak, memperjuangkan hak, serta menjaga kehormatan sebagai pemilik sah tanah leluhur. Aksi ini menjadi penanda bahwa dari kebersamaan, harapan akan masa depan yang adil, bermartabat, dan sejahtera dapat diraih.

 

 

Reporter: didy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *