Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Jambi148 Dilihat

Kompas1.id
SUNGAI PENUH – Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh mencuat ke publik dan menjadi perhatian luas masyarakat. Seorang kepala bidang (Kabid) berinisial DTH diduga melakukan aksi kekerasan terhadap seorang perempuan berinisial U, yang diketahui berprofesi sebagai pemandu lagu di salah satu tempat karaoke keluarga di Kota Sungai Penuh.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 24 Maret 2026. Saat itu, korban berada di lokasi karaoke bersama terduga pelaku dan empat orang lainnya. Dalam situasi tersebut, terduga pelaku diduga mengajak korban untuk berpindah ke ruangan lain secara berduaan. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh korban.

banner 336x280

Penolakan tersebut diduga memicu emosi pelaku. Korban mengungkapkan bahwa dirinya kemudian mengalami tindakan kekerasan fisik. Ia mengaku tubuhnya dibanting hingga membentur pintu dan meja di dalam ruangan karaoke tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serta merasakan sakit di sejumlah bagian tubuhnya.

Tidak hanya itu, korban juga menyebut bahwa tindakan kekerasan berlanjut ketika pelaku hendak meninggalkan ruangan. Dalam kondisi masih kesakitan, korban mengaku kembali mendapat perlakuan kasar berupa tendangan dari terduga pelaku.

Pasca kejadian, korban mengaku mengalami trauma mendalam serta nyeri di sekujur tubuh. Ia juga menyatakan telah berupaya menempuh jalur komunikasi dengan harapan adanya itikad baik dari terduga pelaku untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun hingga saat ini, korban mengaku belum menerima tanggapan maupun klarifikasi dari yang bersangkutan.

Lebih lanjut, korban menegaskan bahwa karena tidak ada itikad baik dari terduga pelaku, dirinya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Pihak kepolisian, guna mendapatkan keadilan atas apa yang dialaminya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada terduga pelaku juga telah dilakukan oleh awak media melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi terkait dugaan insiden tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, mengingat terduga pelaku merupakan seorang pejabat di lingkungan pemerintah daerah yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Berbagai pihak pun mendorong agar kasus ini dapat ditangani secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan langkah-langkah penyelidikan guna memastikan kebenaran peristiwa serta memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

 

Pewarta DN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *