*Panen Kangkung Organik dan Selada Bokor di Lapas Garut, Wujud Nyata Dukungan Program Ketahanan Pangan Nasional*

Garut73 Dilihat

GARUT KOMPAS1.ID
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen hasil pertanian. Pada hari Kamis, 26 Maret 2026, Lapas Garut melaksanakan giat panen kangkung organik dan selada bokor yang merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam kegiatan tersebut, berhasil dipanen kangkung organik sebanyak 10 kilogram dan selada bokor sebanyak 5 kilogram. Kegiatan ini melibatkan 2 orang WBP yang secara aktif mengikuti program pembinaan di bidang pertanian.

banner 336x280

Panen ini menjadi salah satu implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam aspek pemberdayaan warga binaan dan penguatan ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan nasional.

Kepala Lapas Garut dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami terus mendorong WBP untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat, salah satunya melalui pertanian organik seperti ini. Harapannya, mereka dapat memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Asep Supritana, menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran.
“Kami membina WBP mulai dari tahap penanaman, perawatan hingga panen. Kangkung yang dipanen merupakan jenis organik sehingga memiliki nilai lebih dari segi kesehatan dan ekonomi,” jelasnya.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami merasa senang bisa ikut kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, juga membuat kami lebih produktif selama menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Garut tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan yang mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(Uwa Ratno)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *